Menariknya, dalam pengiriman tersebut tersangka menggunakan nomor telepon pribadinya. Namun, nama dan alamat penerima yang dicantumkan dalam paket diduga fiktif. “Modusnya semua hampir sama, jadi mereka datang ke Jayapura beli ganja lalu kirim lewat jasa pengiriman, baru mereka pulang menggunakan kapal,” jelas Vita.
Ia pun menegaskan bahwa kasus ini menjadi peringatan keras bahwa peredaran narkotika kini tidak lagi mengenal batas profesi, usia, maupun latar belakang sosial. Keuntungan besar dan celah distribusi melalui ekspedisi menjadi kombinasi berbahaya yang harus segera diantisipasi.
“Kami berharap kita semua bisa terlibat dalam memberantas peredaran narkotika ini, dengan begitu kita bisa menyelamatkan masa depan generasi Papua,” pungkas Vita. (*/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Papua Surgical Update (PSU) 2026 ini diikuti oleh ratusan peserta yang terdiri dari dokter spesialis,…
Pares menyatakan, Komisi C secara penuh mendukung langkah tegas Pemkot Jayapura dalam menertibkan area pasar.…
Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua dan Maluku Ispiani…
Untuk memastikan roda organisasi dan pelayanan akademik tidak terhenti, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan…
Gubernur Papua Matius D. Fakhiri mendorong pelayanan pertanahan dapat menjangkau masyarakat hingga wilayah pelosok melalui…
Abisai menilai, kearifan lokal dan berbagai potensi yang dimiliki setiap kampung merupakan kekayaan yang…