Kanit Opsnal Subdit II, AKP Vita Andriani, menjelaskan hal yang menjadi perhatian publik dari pengungkapan tersebut adalah, para tersangka ini berasal dari latar belakang profesi yang berbeda-beda.
Dalam hal ini tidak lagi didominasi pengangguran atau residivis, tapi jaringan ini justru menyasar berbagai kalangan. Di antaranya, security bank BUMN berinisial MM yang diketahui sudah tiga kali mengirim ganja keluar daerah.
Pegawai di salah satu kantor jasa pengiriman berinisial EK, yang tercatat enam kali mengirim barang dan positif menggunakan narkotika. Seorang calon pendeta berinisial YK yang mengaku baru sekali mencoba.
Seorang anak perempuan di bawah umur, berinisial V (16 tahun), yang sudah dua kali mengirim ganja ke luar daerah. Ia tidak menggunakan narkotika, namun berdasarkan pemeriksaan diketahui positif HIV/AIDS. “Selebihnya tidak memiliki pekerjaan tetap,” bebernya.
Lebih lanjut motif utama para tersangka adalah faktor ekonomi dan besarnya keuntungan. “Dengan uang Rp1,5 juta bisa beli ganja di Jayapura, lalu dijual di luar bisa sampai Rp15 juta. Keuntungannya bisa sepuluh kali lipat. Inilah yang menggiurkan para pelaku,” jelas Vita.
Penjualan dilakukan dalam sistem paket, mulai dari Rp50 ribu, Rp100 ribu, Rp1 juta hingga Rp4 juta per paket, tergantung berat dan tujuan pengiriman. “Jadi memang menggiurkan, karena di luar Jayapura barang ini harganya mahal, sehingga membuat para pelaku nekat kirim lewat jasa pengiriman,” ujarnya.
Adapun modus pengiriman para tersangka mengirim barang dengan menggunakan alamat fiktif. Seperti yang dilakukan oleh YR yang ditangkap di Waena belum lama ini
YR merupakan warga Manokwari yang tidak berdomisili di Jayapura. Modus yang digunakan yakni datang ke Jayapura untuk membeli ganja, kemudian mengirimkannya melalui jasa ekspedisi ke Manokwari, sementara pelaku sendiri kembali menggunakan kapal laut.
“Orangnya ikut kapal, barangnya ikut jasa pengiriman. Setiba di Manokwari, dia sendiri yang mengambil paket di kantor jasa pengiriman,” jelas AKP Vita.
BUMD milik Pemprov Papua, PT Irian Bhakti Papua (Perseroda) terus mengoptimalkan aset perusahaan yang tersebar…
Abisai menilai keberadaan petani memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan dan ketersediaan pangan di…
Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, SH., MH., meresmikan Gedung Gereja GKII Nehemia Skow, Klasis…
Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, SH., MH., mengatakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW…
Perhatian tersebut terutama menyangkut aktivitas pembangunan di kawasan yang memiliki potensi rawan bencana, seperti…
Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua (YKKMP) memberikan perhatian serius terhadap pernyataan-pernyataan yang disampaikan…