Categories: FEATURES

Jika Ada yang Tak Mampu Beli Kue Lebaran, Komunitas yang Bergerak Membantu

Melihat Secara Dekat Buka Puasa Komunitas Muslim Wamena di Angkasapura

Di Kota Jayapura ada kelompok muslim Wamena yang menetap di Kelurahan Angkasapura, Kota Jayapura. Mereka sudah ada sekira tahun 1980-an, membuat satu kampung yang mereka namai Kampung Muslim Wamena Angkasa.

Laporan: Erianto_Jayapura

SENIN petang, 1 Maret 2026. Udara di kawasan Angkasapura, Jayapura Utara, Kota Jayapura terasa lebih dingin dari biasanya. Hujan baru saja reda, meninggalkan kabut tipis sela pepohonan rimbun. Di lereng bukit yang tenang itu, sebuah bangunan sederhana berukuran sekira 10×15 meter berdiri kokoh dengan sapuan warna hijau. Itulah mushola Fidaus Asso, pusat komunitas Muslim Wamena.

Untuk ke lokasi ini bisa menggunakan semua jenis kendaraan, lokasinya di sekitar kompleks Auri. Di halamannya, empat anak kecil berlarian riang, tawa mereka memecah keheningan pasca hujan. Di dalam ruangan, tiga remaja tampak khusyuk dengan gawai di tangan sembari menanti detik-detik azan Magrib berkumandang. Saat jarum jam menyentuh pukul 17.30 WIT, sosok Ustaz Haris dan Ketua Mushola, Imron Asso, melangkah masuk. Kehadiran mereka diikuti oleh jemaah lain yang datang satu per satu.

Shof pun terbentuk, laki-laki di depan, perempuan di belakang. Lantunan ayat suci Al-Qur’an terdengar sambil menunggu waktu berbuka puasa. Saat adzan menggema, jemaah berbuka puasa dengan penuh syukur. Sederhana, namun hangat. Kampung ini bukanlah kampung biasa. Ia adalah kantong budaya sekaligus benteng iman bagi masyarakat asli Papua asal Wamena, Papua Pegunungan yang telah menetap di Jayapura sejak puluhan tahun silam. Bisa dibilang mereka kelompok minoritas namun masih bertaha hingga sekarang.

Imron Asso, sang ketua mushola mengenang kembali memori tahun 1980-an saat ia masih kecil. “Sekitar tahun 81 atau 82, orang tua-tua kami di kampung (Wamena) sepakat mengirim kami ke sini untuk sekolah. Harapannya, setelah lulus kami kembali untuk membangun kampung. Tapi takdir berkata lain, banyak yang menetap, bekerja, dan akhirnya membangun komunitas di sini,” kenang Imron.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Recent Posts

Pemprov Papua Siapkan Mudik Gratis Nataru

   Selain program mudik gratis, Mathius mengatakan Pemprov Papua juga menyiapkan subsidi transportasi laut sebagai…

4 hours ago

Presiden Harus Bersikap Setelah Gereja Beri Sinyal

Komisi 1 DPR Papua menilai langkah sejumlah denominasi gereja di Tanah Papua yang membentuk wadah…

4 hours ago

Bangunan Pasar di Perbatasan RI-PNG Mulai Rusak, PAD Tak Maksimal

   Menurutnya, pasar dengan sekitar 200 kios tersebut memiliki potensi ekonomi besar. Ia mendapat informasi…

5 hours ago

Prabowo Persilakan KPK Periksa Menterinya

Presiden Prabowo Subianto memastikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dapat mengusut hingga melakukan penindakan terhadap menteri…

5 hours ago

Selesaikan Konflik, Pimpinan Daerah Diminta Rangkul Semua Pihak

Menurutnya, dengan lahirnya undang-undang nomor 15 Tahun 2022 terkait dengan DOB semestinya Gubernur pimpin barisan…

6 hours ago

Uncen Berduka, Jangan Ada Palang Memalang

Suasana duka yang lagi menyelimuti Universitas Cenderawasih haruslah tercermin dari sikap dan perbuatan. Apalagi yang…

6 hours ago