Tantangan justru datang dari internal, seperti perilaku mabuk-mabukan yang kadang meresap ke lingkungan pemuda. Imron dan para tokoh agama terpaksa kerap bersikap tegas. “Saya tidak suka orang mabuk di kompleks ini. Kalau ada, saya telepon Polsek untuk angkat mereka agar sadar. Ini tempat komunitas, ada mushola, kita harus jaga citra nama baik,” tuturnya. Di sini, Islam tumbuh dengan aroma tanah pegunungan, dibalut semangat kemandirian, dan dijaga oleh tangan-tangan yang enggan menengadah meminta, namun selalu terbuka untuk memberi. (*).
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Gubernur menegaskan, keputusan tersebut merupakan kebijakan yang tidak populer, namun harus diambil demi menjaga stabilitas…
Turut hadir pula Wakil Panglima TNI Tandyo Budi Revita, KSAD Maruli Simanjuntak, dan KSAL Muhammad…
Insiden pertama terjadi pada Senin (27/4), disusul kejadian serupa pada Selasa (28/4) sekitar pukul 11.22…
Kepala Biro Humas Kemenhaj RI, Moh Hasan Afandi, memberikan pernyataan resmi melalui konferensi pers yang…
Ia menegaskan, tujuan utama negara adalah melindungi seluruh rakyat Indonesia. Karena itu, pendekatan keamanan tidak…
Belum lagi, ”dibantai” penguji saat sidang skripsi. Hal itu membuatnya enggan membuat skripsi. Gayung bersambut,…