

Mama-mama penjual ikan di Pasar Lama Sentani saat difoto Rabu (29/4). Terlihat posisinya yang berada di atas drainase dan persis di pinggir jalan yang cukup rawan terjadi kecelakaan. (Yohana/Cepos)
Cerita Pedagang dan Tukang Ojek di Pasar Lama Sentani yang Bekerja dengan Jalan Selalu Basah
Di tengah hiruk-pikuk perkembangan zaman yang perlahan berubah menjadi modern, Pasar Lama Sentani tetap berdiri sebagai denyut nadi kehidupan masyarakat di Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura meski kadang dirasa tak manusiawi.
Laporan: Yohana_Sentani
Pasar ini bukan sekadar tempat jual beli. Ia adalah ruang hidup, tempat ribuan cerita bertemu setiap harinya. Sejak puluhan tahun lalu, Pasar Lama telah menjadi saksi perjalanan ekonomi masyarakat. Jauh sebelum aktivitas perdagangan dipindahkan ke Pasar Pharaa pada tahun 2014, pasar ini sudah lebih dulu hidup, menjadi tempat orang-orang menggantungkan harapan, mencari nafkah, dan membangun masa depan.
Hingga hari ini, meski zaman berubah, Pasar Lama Sentani tidak pernah benar-benar sepi. Di setiap sudutnya, aktivitas berlangsung tanpa jeda. Deretan mama-mama menjual sayur segar, ikan laut dan ikan danau tersusun di para-para sederhana, sementara buah-buahan lokal seperti, pinang, pisang, keladi, singkong dan nanas menambah warna pasar. Suara tawar-menawar bercampur dengan bunyi kendaraan yang lalu lalang di jalan utama.
Letaknya yang dekat dengan pemukiman warga membuat pasar ini semakin hidup. Tidak hanya pedagang, para tukang ojek juga menggantungkan hidup di sini. Di sudut-sudut tertentu, terlihat pangkalan ojek yang tidak pernah kosong. Ada Oyam (Ojek Yahim) dan Ojek Komba. Mereka melayani penumpang ke berbagai tujuan, dari Pantai Yahim, Kelurahan Dobonsolo, hingga kampung-kampung seperti Komba dan Ifale, Kampung Sere Tua, Yabaso dan lainnya. Mesin motor mereka menjadi bagian dari suara khas pasar, bersaing dengan klakson kendaraan dan teriakan pedagang.
Hanya mirisnya, meski sudah bekerja belasan bahkan puluhan tahun di lokasi yang sama. Kondisi jalan disini tak pernah berubah. Banyak lubang dan limpasan air yang selalu naik ke badan jalan. Bupati ganti bupati di lokasi ini hanya begitu-begitu saja. Macet, jalan berlubang dan basah. Terkesan pemerintah atau negara tak mampu mengatasi ruas jalan hanya sekitar 500 meter tersebut.
Jika dilihat khususnya pedatang ikan dan sayur, apabila kendaraan melintas, jarak jualan mereka dengan ban motor maupun mobil hanya sekitar 20 Cm. Bayangkan, dagangan yang hasilnya digunakan untuk ekonomi keluarga, pendidikan anak dan keberlanjutan kehidupan Pasar Lama telah menjadi saksi perjalanan ekonomi masyarakat seperti tak memiliki nilai. Padahal jauh sebelum aktivitas perdagangan dipindahkan ke Pasar Pharaa pada tahun 2014, pasar ini sudah lebih dulu hidup, menjadi tempat orang-orang menggantungkan harapan, mencari nafkah, dan membangun masa depan.
Hingga hari ini, meski zaman berubah, Pasar Lama Sentani tidak pernah benar-benar sepi. Di setiap sudutnya, aktivitas berlangsung tanpa jeda. Deretan mama-mama menjual sayur segar, ikan laut dan ikan danau tersusun di para-para sederhana, sementara buah-buahan lokal seperti, pinang, pisang, keladi, singkong dan nanas menambah warna pasar. Suara tawar-menawar bercampur dengan bunyi kendaraan yang lalu lalang di jalan utama.
Kepala Distrik Bugi Mare Gombo menyatakan pemberian sanksi tegas atau denda adat ini dilakukan usai…
Tim Persipura Jayapura memulai kompetisi Championship 2026/2027 dengan kurang baik. Tim berjuluk Mutiara Hitam itu…
Gubernur Papua Pegunungan Dr. (HC) Jhon Tabo, SE, M.B.A menyatakan saat ini sistem yang digunakan…
Pada laga yang berakhir dengan skor kacamata itu, Persipura hanya memainkan satu pemain asing mereka,…
Kapolresta Jayapura Kota KBP Fredrickus W. A. Maclarimboen melalui Kasat Narkoba Polresta Jayapura Kota…
Menurut Bima, kehadiran suporter memiliki peran penting untuk menambah semangat pemain ketika pertandingan berlangsung. Dukungan…