“Ya saya buat begitu karena memang tidak ada uang jadi saya pakai yang bisa saya gunakan. Tapi ini juga karena saya ingin mempertahankan bentuk tradisi atau budaya kami dimana atap lebih banyak menggunakan ilalang layaknya sebuah honai,” jawabnya. “Ide ini muncul spontan daripada pikir panjang. Apa yang muncul di pikiran itu yang saya kasi jadi,” sambungnya lagi.
Dan untuk harga pergelasnya Tinus memberi standart sangat terjangkau. “Pergelas saat ini saya kasi Rp 10 ribu, bahkan semua menu serba Rp 10 ribu tapi rencana awal tahun nanti saya mau rubah. Untuk menu kopi asli Rp 20 ribu yang lain tetap Rp 10 ribu perhitungan saya hitung dari jari kaki sama jari tangan. Saya bekerja dengan tangan dan kaki itu alasan saya,” ucapnya polos.
Untuk pembelinya diakui cukup random. Kadang masyarakat dari Wamena, kadang polisi, satpam, ada juga anak-anak dan orang tua. “Saya bersyukur banyak yang suka dengan cara saya berjualan,” imbuhnya. Meski hingga kini ia tak memiliki kendala namun Tinus memiliki mimpi usahanya bisa terus berkembang. “Saya ingin gerobak saya dipasang seperti motor biar bisa mobilisasi dari ujung ke ujung dan saya ingin buktikan ke keluarga bahwa saya bisa menjalankan tanggungjawab sebagai seorang laki-laki,” tutup Tinus dengan bangga. (*)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Menurut Alberth, pemasangan CCTV tidak hanya dibutuhkan di kawasan Ring Road, tetapi juga di seluruh…
Proses serah terima hingga pemakaman difasilitasi oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Jayapura. Rangkaian kegiatan…
AKP Putut mengatakan bahwa saksi yang diperiksa diantaranya adalah pemilik bengkel serta teman-teman korban. Selain…
Kapolres Jayawijaya melalui Kasat Narkoba Iptu Jan Benyamin Saragih, SH menyatakan suburnya pembudidayaan ganja dan…
Setiap penumpang yang memiliki tiket, baik penumpang dengan fasilitas seat maupun non-seat secara otomatis mendapatkan…
Rencana penataan dan peninggian jalan di Konya ini sebenarnya sempat disambut antusias oleh masyarakat Kampung…