Categories: FEATURES

Hanya Bermodalkan Rp 500 Ribu, Makanan Basi Terdeteksi Lima Detik.

Cerita Dua Siswa SMPN 1 Turi Ciptakan Detektor Cegah Keracunan MBG

Di tengah bentuk kritikan dan juga manfaat yang diperoleh dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) ternyata ada sosok muda yang penasaran kemudian menciptakan alat yang bisa dibilang inovatif dan relevan dengan situasi. Alat ini bisa mendeteksi jika ada makanan yang basi

Laporan: Delima Purnamasari

Kekhawatiran terhadap maraknya kabar keracunan makan bergizi gratis (MBG) justru melahirkan sebuah inovasi dari dua pelajar SMPN 1 Turi. Abyan Syahlefi, 15, dan Pradipta Widhi Nugroho, 14, berhasil menciptakan alat Detektor MBG yang mampu membantu mendeteksi kondisi makanan sebelum dikonsumsi.

Dengan modal sekitar Rp 500 ribu, dua siswa kelas sembilan tersebut merancang alat yang dapat membaca sejumlah indikator keamanan makanan. Inovasi itu dibuat sebagai bentuk kepedulian agar kejadian keracunan MBG bisa dicegah sejak dini.”Kami lihat di media sosial banyak terjadi keracunan lalu kami buat alat ini buat mengurangi angka keracunan MBG,” cerita Abyan saat ditemui di sekolahnya Rabu (29/7).

Dalam proses pengembangannya, mereka menggunakan sejumlah komponen. Seperti sensor MQ-135, MQ-3, TCS3200, DHT11, ESP32, serta kipas untuk menjaga suhu dalam boks tetap stabil. Pengembangan alat tersebut membutuhkan waktu sekitar lima bulan, terhitung sejak Maret. Cara kerja Detektor MBG cukup sederhana. Sampel makanan dimasukkan ke dalam boks, kemudian alat dihubungkan dengan jaringan WiFi melalui gawai. Dalam lima detik, hasil pemeriksaan akan muncul. Berupa indikator kelembapan, suhu, hingga pestisida.

Detektor MBG memanfaatkan sensor gas MQ-3 dan MQ-135 untuk membaca aroma atau uap yang dihasilkan makanan. Alat tersebut juga dilengkapi kipas penyedot udara, sensor TDS-3100, serta mikrokontroler ESP32 sebagai pusat pengendali sistem. Cara kerjanya makanan didekatkan ke alat, kemudian sensor menganalisis kandungan gas yang muncul.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Wali Kota: Pemkot Siap Sukseskan Sekolah Rakyat

  Dalam kunjungan tersebut, Abisai menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Jayapura bersama masyarakat menyambut baik kehadiran…

11 minutes ago

Populasi Satwa Endemik Papua Semakin Berkurang

Populasi sejumlah satwa liar di Papua Selatan, termasuk kangguru Papua (Macropus agilis), disebut mengalami penurunan.…

1 hour ago

Cek-cok di Jalan Poros SP 5 Timika, Korban Tewas Ditikam Badik

Kasi Humas Polres Mimika Iptu Amir Rado mengonfirmasi peristiwa tersebut dan menyatakan bahwa pelaku AB…

3 hours ago

Gubernur Apolo Ingatkan Peserta Konvenda PPK se-Regio Papua Perkuat Iman

Momentum akbar itu mengusung tema “Menjadi Sahabat Yesus Dalam Keberagaman.” Kegiatan ini  menjadi forum pertemuan…

8 hours ago

Kemarau Panjang Picu Kenaikan Harga Cabai dan Sayuran

Harga cabai, khususnya cabai rawit, di Pasar Wamanggu Merauke pada Jumat (18/9/2026) berada di kisaran…

9 hours ago

Pemprov Papua Siapkan Mudik Gratis Nataru

   Selain program mudik gratis, Mathius mengatakan Pemprov Papua juga menyiapkan subsidi transportasi laut sebagai…

1 day ago