

Penyerahan Paritrana Award Provinsi Papupa yang dilakukan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Papua, Muhammad Ridwan Rumasukun kepada Pemerintah Kab. Sarmi, Senin (26/8) kemarin. (foto:Yohana/Cepos)
Capaian Luar Biasa, Lebih Tinggi dari Angka Nasional
JAYAPURA-BPJS Ketenagakerjaan Kerjaan atau BP Jamsostek mencatat covergae para pekerja baik informasi maupun formal, di Papua sebesar 59,16 persen. Hal tersebut disampaikan Kepala wilayah Jamsostek Bali- Nusa Tengara -Papua, Kuncoro Budi Winarto pada saat Paritrana Award Provinsi Papua, dengan tema Papua Universal Covergae Jamsostek, yang dilaksanakan di Swiss-belhotel Jayapura, Senin (26/8).
Kepala wilayah Jamsostek Bali- Nusa Tengara -Papua, Kuncoro Budi Winarto mengungkapkan bahwa angka tersebut lebih tinggi dari pada angka nasional. Ini merupakan pencapaian yang luar biasa, namun masih ada PR bagi pihaknya, yang harus diselesaikan, terutama dengan adanya dukungan dari pemerintah dan juga masyarakat.
“Dari data tersebut untuk pekerja formal tercatat sebanyak 76 persen dan informal tercatat sebanyak 14 persen. Artinya masih banyak pekerja informal yang belum terlindungi oleh BJ Jamsostek,”ungkapnya kepada Cenderawasih Pos, Senin (26/8) kemarin.
Pihaknya berharap, melihat rendahnya perlindungan Jamsostek kepada pekerja Informal, maka pemerintah daerah bisa bersama-sama meningkatkan perlindungan kepada pekerka informal di lingkungannya masing-masing.
Sementara itu untuk Pemenang Paritrana Award diberikan kepada, Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Pemerintah Kabupaten Sarmi, Biro Hukum Kota Jayapura, Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu Kota Jayapura, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung Kota Jayapura, Gereja Kristen Injili di Tanah Papua.
Page: 1 2
Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, menyatakan evakuasi dilakukan setelah pihak…
Krisis pangan dan air bersih melanda ratusan warga di tiga distrik terisolasi Kabupaten Puncak, Papua…
Seratusan orang yang terdiri dari pelajar dan guru di SMAN 5 Jayapura, diduga keracunan makanan…
Badan Gizi Nasional (BGN) mengembalikan Rp311,2 miliar ke kas negara setelah menemukan anomali pada 414…
Kondisi ini diperkirakan kian mengkhawatirkan karena potensi aktifnya fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) Positif pada…
Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…