Categories: EKONOMI BISNIS

Ekonomi Sulit, Masyarakat Harus Waspada dengan Utang Konsumtif

JAYAPURA – Dosen Tetap di Program Pasca Sarjana Magister Akuntansi dan Magister Manajemen Uniyap Papua, Entis Sutisna memberikan tips kepada masyarakat di saat ini ditengah kesulitan ekonomi saat ini.

Kata Entis, yang harus dihindari adalah melakukan hutang dengan memanfaatkan teknologi yang ada melalui pinjaman daring atau di perbankan. Karena jika berhutang untuk ekadar konsumtif, maka bisa membebani masyarakat saat pembayaran ansuran setiap bulannya.

“Masyarakat harus mewaspadai hutang konsumtif di era teknologi saat ini, karena tawaran pinjaman online dengan bunga tinggi dapat berisiko. Meminjam uang secara digital memang mudah, namun proses pengembalian bisa sangat berat. Oleh karena itu , penting untuk berhati-hati dan mempetimbangkan dengan matang sebelum memutuskan untuk berhutang,” ujarnya, Sabtu (19/4).

Kemudian, seiring dengan adanya efisisensi, maka masyarakat harus adaptif, cermat dan kreatif dalam menyikapi kondisi ekonomi saat ini dengan bisa mengatur ulang prioritas keuangan masing masing. Lebih cermat, mengatur keuangan antara kebutuhan dan keinginan.

Kemudian bangun dana darurat dengan menyisihkan sebagian kebutuhan kecil, ada dana cadangan dan dana darurat. Melakukan verifikasi sumber pendapatan dengan tidak mengandalkan satu pendapatan tapi ada usaha kecil.  “Usaha berbasiskan hobi seperti hobi masak maka bisa jual makanan, hobi disain saluran dengan jasa desain, dan lainnya,” ujarnya.

Lanjutnya, kemudian penting untuk memperkuat literasi keuangan dan digital di era saat ini. Keahlian lebih penting daripada gelar, karena memiliki keahlian yang relevan dapat membuat seseorang lebih siap dan kompetitif dalam bekerja.  Dengan demikian, mereka dapat meningkatkan peluang kerja dan kesuksesan karier.

Dicontohkan, ke depan peluang bekerja yang banyak dibutuhkan adalah mereka yang telah mempunya keahlian. Antara lain, keahlian pekerjaan bidang IT, digital, freelance, YouTuber, konten krea- tor dan lainnya.

“Termasuk analisis data IT, IT support, kesehatan, tenaga medis, konselor, ekonomi kreatif, Desain grafis, dan lainnya. Harus ada networking dan personil branding seseorang mempunyai jejaring untuk membangun citra, adanya kemampuan adaptif dan kolabo- ratif,” pungkasnya. (fia)

Juna Cepos

Recent Posts

Terbukti Lakukan Pungutan, Kepsek Terancam Dicopot

Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, menegaskan akan memberikan sanksi tegas kepada pihak sekolah yang…

2 days ago

Wali Kota Salurkan Bantuan untuk 44 UMKM dan OAP Kurang Mampu

   Wali Kota juga meminta Dinas Sosial Kota Jayapura untuk terus melakukan pemantauan terhadap seluruh…

2 days ago

Sempat Tegang, Eksekusi Lahan Bukit Jokowi Batal

   Ia menegaskan bahwa eksekusi tidak dapat dilaksanakan apabila lokasi dan luas tanah yang dimaksud…

2 days ago

Pengembangan Pariwisata Harus Angkat Kearifan Lokal

   Menurut Abisai, kekayaan budaya, adat istiadat, serta tradisi masyarakat adat yang masih terjaga hingga…

2 days ago

Komisi IV Sayangkan Aset Terbuang Percuma

Menurut Albert, peristiwa tersebut merupakan bentuk kelalaian yang mengakibatkan kerugian bagi daerah. "Aset ini dibeli…

2 days ago

Akui Peredaran Narkoba Masih Tinggi

Menurut Aflian, keberhasilan pemberantasan narkotika tidak dapat dilakukan oleh aparat kepolisian semata. Dukungan dan partisipasi…

2 days ago