

Suasana penjualan Cacao Kita Papua di Festival Cenderawasih, Minggu (19/5) lalu. (foto: Yohana/Cepos)
JAYAPURA – Cacao Kita Papua merupakan salah satu UMKM di Kota Jayapura yang memberdayakan hasil pertanian cacao dari Kab. Jayapura, Kota Jayapura dan sekitarnya, menjadi bahan baku coklat cacao maupun brownies, yang kemudian dijual kembali.
Cacao Kita Papua juga membuka Cafe sekaligus rumah produksi coklat batangan di Kotara Jln. Jeruk Nipis, dimana cafe tersebut juga menyediakan aneka minuman dan cemilan berbahan dasar cacao.
Jika diingat kembali, hampir coklat cacao di Kab. Jayapura maupun Kota Jayapura, sudah jarang ditemui, padahal Jayapura memiliki potensi buah coklat (cacao) yang bagus. Bahkan pada awal Mei 2024, Pemprov Papua dan Pemkab.Jayapura telah melakukan ekspor perdana Cacao dari Jayapura.
Staf Cacao Kita Papua, Rifaldy menjelaskan bahwa untuk Cacao Kita Papua, bahan bakunya dikumpulkan dari area Genyem Kampung. Brap, Distrik Grimenawa dan pihaknya juga memiliki petani binaan.
“Tidak hanya itu kami juga mengumpulkan biji cacao ini dari beberapa kampung lainnya bahkan juga Kota Jayapura, untuk biji coklat ini ada yang dalam bentuk basah dan kering, “ujarnya kepada Cenderawasih Pos, Minggu (19/5) kemarin.
Diakuinya, satu kali pengambilan bahan baku sebanyak 50-100 kg, sementara untuk produksi khususnya coklat batangan atau pasta bisa langsung dilakukan di Kotaraja.
Sementara dalam bentuk bubuk, dikirim terlebih dahulu ke Pulau Jawa dan kemudian diolah menjadi bubuk coklat dan dikirim kembali ke Jayapura.
“Kami melihat potensi cacao kita di Jayapura khususnya area Genyem masih sangat bagus. Hanya saja kita terkendala mesin produksi sehingga tidak dapat melakukan produksi bubuk cacao di Jayapura. Kalau pasta cacao sudah bisa kita produksi sendiri, “ungkapnya.
Menurutnya, akan lebih efisien jika pengelolaan sudah dilakukan di Jayapura, sehingga pihaknya harapkan ke depan pemerintah bisa membantu pihaknya dalam menyediakan mesin penggilingan biji cacao menjadi bubuk.
Adapun produksi coklat cacao yang pihaknya sediakan yaitu Brownies, Coklat Barang dan juga Coklat Bubuk, harganya mulai dari Rp 10 ribu – Rp 40 ribuan.
“Permintaan coklat cukup banyak, untuk konsumsi lokal, bahkan untuk pengiriman keluar juga sudah kami layani. Dalam waktu dekat ini kami akan mengirim Cacao 10 ton ke Jepang melalui Surabaya, ” tandasnya.
Ditambahkan, untuk permintaan keluar negeri ini, bukan baru sekali ini saja. Sebelumnya sudah pernah ada dan dilakukan pengiriman.(ana/ary)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bersama seksi infrastruktur melakukan peninjauan pembangunan akses jalan,…
Selain itu, Apolo juga mengajak masyarakat untuk ikut mengambil bagian dan turut serta dalam pembangunan…
‘’Sebuah prestasi tidak dihasilkan secara instan tapi lewat kerja keras, berjenjang dan penuh disiplin. FLS3N…
Kejadian berlangsung di Cafe, Resto, Bar and Live Music Panhead, Palembang, sekitar pukul 02.40 WIB.…
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, meresmikan operasional 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih secara serentak di…
Panglima Kodam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang mengatakan pembangunan koperasi tidak hanya difokuskan pada…