

Kunjungan DPRK Jayapura di Gudang Bulog yang ada di Tasangka, Kota Jayapura dalam memastikan ketersediaan beras Bulog pada Maret lalu.(foto: Priyadi/Cepos)
JAYAPURA -Anjloknya harga beras dunia tidak secara langsung mempengaruhi harga beras di Indonesia termasuk Papua, sebab produksi beras nasional dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri.
Pemimpin Kanwil Perum Bulog Papua, Ahmad Mustari mengatakan belum ada dampak akibat dari anjloknya harga beras dunia untuk di Papua.
“Insya Allah tidak, kami sebagai operator di wilayah mengikuti kebijakan pemerintah pusat. Anjloknya harga beras naik apa turun tergantung pemerintah pusat,” kata Mustari kepada Cenderawasih Pos, Jumat (16/5).
Kata Mustari, harga beras di Indonesia tidak terpengaruh oleh penurunan harga global lantaran produksi beras nasional dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri.
Bahkan sambung Mustari, stok beras nasional saat ini mencapai 3,7 juta ton dan ditargetkan menembus 4 juta ton dalam waktu dekat.
“Perum Bulog telah menyerap hasil panen petani dan telah memenuhi kapasitas gudangnya, bahkan pemerintah menyewa gudang tambahan untuk menampung hasil panen yang melimpah,” pungkasnya. (dil/fia).
Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Merauke mengamankan seorang pria berumur 44 tahun berinisial FB atas…
Kapolres Merauke AKBP Leonardo Yoga, SIK, dikonfirmasi menjelaskan, peristiwa bermula ketika seorang pria diduga melakukan…
Pemandangan elok pesisir Pantai Hamadi, Kota Jayapura, kini tertutup oleh fenomena material laut dan limbah…
Ketua Komisi V DPR Papua, Dina L. Rumbiak, mengatakan pihaknya bersama Dinas Pendidikan Provinsi…
Ketua Bapemperda DPR Kota Jayapura, Ismail Bepa Ladopurab, menilai materi sosialisasi Perda RTRW yang…
Ketua Komisi B DPR Kota Jayapura, Yuli Rahman, menyambut baik dibukanya ruang sosialisasi perdana…