Categories: EKONOMI BISNIS

Pasokan Berkurang, Harga Cabai dan Tomat Meroket

BIAK – Kenaikan drastis harga dua komoditas dapur utama, cabai dan tomat, memicu keresahan di kalangan ibu rumah tangga di Biak Numfor. Harga cabai yang biasanya berkisar Rp60.000 hingga Rp90.000 per kilogram, kini melonjak hingga Rp110.000 per kilogram.

Tak kalah mengkhawatirkan, harga tomat yang lazimnya Rp10.000-Rp20.000 per kilogram, kini melambung menjadi Rp45.000 per kilogram. Kondisi ini menimbulkan berbagai pertanyaan dan polemik di tengah masyarakat.

Salah satu yang merasakan dampak langsung adalah Rani, seorang ibu rumah tangga sekaligus pemilik warung makan di Biak. Ia mengaku kesulitan besar dalam memenuhi pasokan cabai dan tomat untuk kebutuhan masakan warungnya.

“Harga tomat ini yang parah sekali. Biasanya Rp10.000, bahkan pernah Rp5.000-Rp8.000 per kilo, sekarang tiba-tiba jadi Rp45.000,” keluh Rani.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Karantina Papua Tolak 14 Ton Daging Ayam dari Surabaya

Penolakan diambil setelah daging ayam tersebut terbukti tidak layak konsumsi akibat tingkat cemaran mikroba yang…

17 hours ago

Di Gudang Arang, 2 Kelompok Warga Kembali Saling Serang

Menerima laporan adanya perkelahian antar 2 kelompk warga di Gudang Arang tersebut, Patroli Ramadan langsung…

18 hours ago

Buka Peluang Investor Asing Garap Perikanan Papua

Menurut Philemon, Papua memiliki potensi sumber daya alam yang besar, terutama di sektor perikanan dan…

18 hours ago

Penyelundupan 925,38 Gram Ganja dari Distrik Tangma Digagalkan

Kapolres Jayawijaya melalui Kasat Narkoba Iptu Jan B Saragih, SH, membenarkan adanya penyerahan narkotika yang…

19 hours ago

Setahun Kepemimpinan Gubernur, Komnas HAM Sampaikan Catatan HAM

Kepala Sekretariat Komnas HAM RI Perwakilan Papua, Frits Ramandey, mengatakan catatan yang disampaikan berkaitan dengan…

19 hours ago

Bupati Biak Pimpin Rombongan “Belajar” Pariwisata ke Raja Ampat

Studi banding ke Raja Ampat dinilai sangat tepat, karena dinilai memiliki banyak kesamaan, baik dari…

20 hours ago