

Prof. Julius Ary Mollet
JAYAPURA – Minimnya daya beli masyarakat diprediksi bakal berdampak pada pengurangan karyawan di pelaku usaha ritel modern atau Pemberhentian Hubungan Kerja (PHK).
Direktur Pusat Studi Pembangunan Ekonomi dan Penanggulangan Kemiskinan Papua Universitas Cenderawasih Papua Prof. Julius Ary Mollet mengatakan, efisiensi anggaran anggaran bisa mempengaruhi daya beli masyarakat.
Julius mencontohkan, ketika pemerintah melakukan efisiensi perjalanan dinas termasuk mengurangi kegiatan di hotel. Maka pihak perhotelan juga akan melakukan penyesuaian, dulunya hotel memesan kebutuhannya di pelaku UMKM namun seiring dengan adanya efisiensi maka dengan sendirinya akan melakukan penyesuaian.
“Dulunya pemasukan hotel bisa mencukupi operasional hotel dan gaji karyawan, namun sekarang pemasukan sedikit seiring dengan okupansi yang menurun. Ini akan berdampak pada PHK, seperti terjadi di beberapa kawasan,” ungkap Julius kepada Cenderawasih Pos, Senin (10/3).
Menurutnya, pemerintah harus menyikapi hal ini. Sebab ketika seseorang tidak memiliki pendapatan tetap akibat di PHK, maka yang bersangkutan bisa melakukan tindakan kriminal.
Page: 1 2
Bagi Kota Jayapura, keberhasilan Nelce bukan sekadar prestasi seorang pelajar. Ada nama sekolah, keluarga, Kota…
Ada yang berbeda dari launching Persipura kali ini. Untuk pertama kalinya, rangkaian launching akan digelar…
Plt. Kepala BPS Papua, Akhmad Jaelani, mengatakan karakteristik wilayah Papua membuat proses pendataan membutuhkan…
Penyaluran bantuan pangan ini menyasar 37.401 penerima bantuan pangan yang tersebar di 25 kelurahan dan…
Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Papua bersama seluruh DPD PAN tingkat kabupaten/kota…
Status baru sebagai ASN membawa tanggung jawab yang lebih besar untuk mengabdi kepada negara…