Hal senada juga dikatakan dosen tetap di program Pasca Sarjana Magister Akuntansi dan Magister Manajemen Uniyap Papua, Entis Sutisna. Entis mengeklaim kurangnya daya beli masyarakat tidak hanya terjadi di Kota Jayapura, melainkan di beberapa wilayah lainnya di Indonesia.
“Saya harap pelaku ekonomi bisa bersabar dengan kondisi saat ini, ada banyak solusi untuk bertahan ketika daya beli masyarakat turun,”ungkapnya.
Menyikapi minimnya daya beli masyarakat, Entis menyarankan perlunya dilakukan verifikasi produk dan efisiensi produk. Sehingga meningkatkan daya beli masyarakat.
Selain itu, pelaku usaha juga bisa membuat paket hemat agar mendongkrak minat masyarakat dalam berbelanja.
“Hal lainnya, pelaku ekonomi bisa melakukan transformasi digital. Bisa menjual barang melalui platform online dalam menjangkau penjualan produk ke pelanggan, karena penjualan online tidak dibatasi jarak dan waktu,” ujarnya.
Bisa juga menggunakan medsos atau marketplace untuk mempromosikan produk, hal ini tidak membutuhkan biaya besar. (dil/fia)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Di Papua, peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day setiap 1 Mei tidak hanya menjadi…
Pernyataan tersebut menjadi pembuka dari sederet kebijakan dan program yang diklaim akan meningkatkan kesejahteraan pekerja…
Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Jayawijaya melalui Komis C melakukan Sidak ke Dinas Sosial untuk…
Setahun berikutnya, ia menuntaskan S2 di jurusan Informatika dari kampus yang sama pada 2013. Sejak…
Aviasi Penerbangan Trigana Air Service saat ini sedang melakukan efisiensi biaya operasional penerbangan yang cukup…
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Selatan menggandeng Global Green Growth Institute (GGGI) dan para pemangku kepentingan…