

Rory C. Huwae (foto:Priyadi/Cepos)
JAYAPURA- Pemerintah Kota Jayapura terus mengoptimalkan penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui berbagai sektor pajak dan retribusi. Hingga awal Juli 2026, realisasi penerimaan pajak daerah telah mencapai Rp168 miliar atau 54,72 persen dari target tahun ini sebesar Rp307 miliar.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Jayapura, Rory Cony Huwae, mengatakan penyumbang terbesar penerimaan pajak masih berasal dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dengan target sekitar Rp295 miliar, disusul Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) sebesar lebih dari Rp130 miliar. Dari sektor PBJT, pajak makanan dan minuman yang dipungut dari restoran, rumah makan, kafe, kantin, dan warung ditargetkan mencapai Rp54 miliar.
Selain itu, Bapenda juga menargetkan penerimaan dari pajak reklame sebesar lebih dari Rp21 miliar serta PBJT jasa perhotelan sekitar Rp18 miliar, yang berasal dari hotel berbintang hingga hotel melati. “Kami masih memiliki beberapa bulan ke depan untuk terus menggali potensi pajak dan retribusi agar target PAD tahun ini dapat tercapai,” ujar Rory, Rabu (8/7).
Menurutnya, salah satu sektor yang memiliki potensi besar adalah pajak dari usaha kuliner. Pertumbuhan restoran dan kafe, terutama di kawasan Jembatan Youtefa, menjadi peluang untuk meningkatkan penerimaan daerah.”Semakin banyak usaha kuliner yang berkembang, tentu harus diikuti dengan peningkatan kepatuhan membayar pajak. Jangan sampai usaha terus bertambah, tetapi tidak memberikan kontribusi terhadap PAD,” katanya.
Selain sektor kuliner, Bapenda juga mengoptimalkan penerimaan dari pajak reklame, termasuk melalui pemasangan stiker pada kendaraan transportasi daring yang memiliki potensi menambah pendapatan daerah.Rory menegaskan, pajak dan retribusi yang dibayarkan masyarakat bukan sekadar menjadi penerimaan daerah, tetapi akan kembali dalam bentuk pembangunan dan peningkatan pelayanan publik.
“PAD digunakan untuk membiayai pembangunan jalan, jembatan, drainase, pasar, fasilitas umum, pendidikan, kesehatan, pengembangan UMKM, pariwisata, hingga program pemberdayaan masyarakat,” jelasnya.Ia menambahkan, semakin besar PAD yang berhasil dihimpun dan dikelola secara transparan, semakin besar pula kemampuan Pemerintah Kota Jayapura membiayai pembangunan secara mandiri tanpa terlalu bergantung pada dana transfer dari pemerintah pusat.
“Pada akhirnya, pajak yang dibayar masyarakat akan kembali kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan dan pelayanan publik yang lebih baik,” pungkasnya.(dil/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Menurut Ramai, program latihan yang telah dijalani tim, baik saat pemusatan latihan di Jayapura maupun…
Otoritas Perikanan Nasional Papua Nugini (National Fisheries Authority/NFA) bersama Imigrasi Papua Nugini kembali menangkap kapal…
Pemerintah Kota Jayapura akan memperketat pengawasan di lokasi pengungsian warga terdampak kebakaran di Kelurahan Mandala,…
Polres Merauke bersama Densus 88 Antiteror memperkuat sinergi dalam upaya mencegah penyebaran paham radikalisme dan…
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua, Marthen Medlama mengatakan data tersebut perlu divalidasi terlebih dahulu untuk…
Pemain senior sekaligus legenda Persipura Jayapura, Boaz Solossa, memberikan dukungan penuh atas langkah klub meminjamkan…