

Manager Café Nayak Pilatus Umakela, saat menyeduh kopi pesanan konsumen, Sabtu (28/7) lalu. (Yohana/cepos)
JAYAPURA – Usaha kedai kopi atau kafe di Jayapura mulai menjamur, meski demikian ada beberapa juga yang memilih tutup seiring dengan sepinya pengunjung di kedai tersebut.
Kader Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Papua, Fajar Asmara mengatakan bisnis kedai kopi di Jayapura memang menjamur. Namun ada juga yang memilih gulung tikar.
“Pemilik usaha kafe kopi yang bertahan hingga saat ini lantaran mereka punya komunitas dan ada pangsa pasarnya. Namun jika tidak miliki komunitas, dan tempat usaha tidak strategis, tidak bisa mengelola dengan baik maka ini yang banyak gulung tikar,”ucapnya, kepada wartawan Cenderawasih Pos, Rabu (9/7).
Diungkapkan bahwa rata-rata kedai kopi pengelolanya adalah generasi milenial. “Kalau saya perhatikan, bisnis kedai kopi harus pemilihan lokasi dan punya komunitas, karena biasanya yang datang ngopi itu teman yang punya kafe sendiri,”bebernya.
Namun ketika lokasinya tidak strategis, maka ini sangat berpengaruh terhadap kunjungan pelanggan, termasuk jika tidak punya komunitas kenalan maka pengunjungnya sepi.
Page: 1 2
Namun di balik euforia tersebut, aparat kepolisian mengingatkan masyarakat agar tidak memanfaatkan momentum pesta sepak…
Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo kembali mengingatkan seluruh sekolah negeri di Kota Jayapura untuk…
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, menyampaikan bahwa perkembangan penanganan kasus menunjukkan hasil…
Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, mengatakan operasi tersebut dipimpin Komandan Kowip I Rutis, Barnabas Muk.…
Pengamat ekonomi sekaligus Dosen Pascasarjana Magister Manajemen STIE Port Numbay Jayapura, John Agustinus, mengatakan dampak…
“Kenapa yang dibahas hanya pesta babi di Merauke? Kenapa tidak melihat Sumatera Selatan yang kami…