Categories: BERITA UTAMA

Frans Pekey Minta Warga di Papua Bersatu

JAYAPURA-Prosesi pengantaran jenazah alm. Lukas Enembe ke Koya Tengah, Muara Tami Kota Jayapura telah menimbulkan sejumlah peristiwa dan dampak buruk bagi warga Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura.

Yang paling membuat prihatin adanya upaya saling serang antara warga Papua yang mengikuti prosesi pengantaran jenazah alm. Lukas Enembe dengan sejumlah warga papua Nusantara di Kota Jayapura.

  Bagi warga Papua Nusantara, tindakan ini sebagai bentuk mempertahankan diri dari aksi brutal yang dilakukan oleh segelintir orang, yang masuk dalam barisan pengantaran jenazah ke Koya Tengah.

   Pj Walikota Jayapura, Dr. Frans Pekey mengatakan,  dari rententan pristiwa itu, telah menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat Kota Jayapura. Pihak keamanan juga telah meningkatkan kewaspadaannya menyikapi sejumlah insiden tersebut.

   “Hingga malam ada penjagaan, kewaspadaan yang dilakukan di beberapa titik hingga menimbulakan keresahan. Atas semuanya itu, maka sebagai penjabat Walikota Jayapura saya menghimbau dan meminta kepada seluruh masyarakat Kota Jayapura kembali bersatu menjaga kota ini tetap aman dan kondusif,” ujar Pekey, Jumat (29/12).

   Dikatakan, siapapun yang ada di Kota Jayapura ini, tidak boleh lagi membeda-bedakan sukunya, latar belakang apapun. Karena itu dia  minta supaya menahan diri.

  “Mari, kita semua adalah satu keluarga, masyarakat Kota Jayapura yang mendiami, tinggal di rumah besar Kota jayapura. Mari kita membangun persaudaraan, persatuan dan kesatuan, dan juga hubungan antara satu dengan yang lain, dengan kembali seperti biasa,”pintanya.

   Ditegaskan, seluruh masyarakat Kota Jayapura telah bersama sama mengantar  alm. Lukas Enembe sebagai tokoh Besar Papua, sebagai bapak pembangunan Papua yang dihormati.

Oleh Karena itu, Frans Pekey meminta masyarakat Kota Jayapura dan sekitarnya tetap jaga persatuan dan kesatuan dan tidak menimbulkan ekses-ekses yang memecah belah pergaulan.

   “Saya mengimbau tetap menjaga persatuan dan kesatuan tanpa menimbulkan dampak atau ekses yang menimbulkan permusuhan di antara kita, satu dengan yang lain.” tambahnya.(roy/tri)

Dapatkan update berita pilihan setiap hari dari Cenderawasihpos.jawapos.com 

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Recent Posts

Gereja Membela Harkat dan Martabat Manusia, Jangan Dinilai Gerakan Politik Praktis

   Mofu mengungkapkan bahwa HONAI dibentuk sebagai ruang bersama untuk menjawab berbagai persoalan kemanusiaan, terutama…

7 hours ago

Dorong Penyelesaian Hukum, Jangan Biarkan Pemalangan Jadi Kebiasaan

   Menurutnya, setiap penggunaan tanah masyarakat adat untuk kepentingan umum seharusnya telah melalui proses yang…

15 hours ago

Polisi Ungkap Hasil Labfor Pecahan Botol di Komnas HAM

   Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Papua, Kombes Pol Parasian H. Gultom, mengungkapkan bahwa…

16 hours ago

Siapkan Konsolidasi Besar Masyarakat Adat Tabi-Mamta

  Pertemuan yang dikemas dalam bentuk sidang pleno ini menjadi momentum penting untuk merumuskan agenda…

18 hours ago

Amankan Kendaraan Dinas, Pemprov Papua Libatkan Jaksa dan BPK

  Penjabat Sekretaris Daerah Papua Christian Sohilait, mengatakan penertiban kendaraan dinas dilakukan karena masih terdapat…

19 hours ago

Masa Tanggap Darurat Diperpanjang 7 Hari

   Rustan meminta seluruh warga terdampak, khususnya para pengungsi, untuk tetap bersabar sembari pemerintah mematangkan…

20 hours ago