

Kepala Komnas HAM RI Perwakilan Papua, Frits Ramandey
WNA Asal PNG Disebut Mulai Memasuki Keerom
JAYAPURA – Tak lama lagi agenda Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Papua digelar. Jadwal KPU juga mulai disibukkan dengan berbagai agenda pra PSU. Salah satunya debat kandidat yang akan dilakukan hari ini Rabu (30/7/).
Hanya saja ditengah konsentrasi KPU menggelar event pesta rakyat ini disinyalir mobilisasi massa mulai terjadi di beberapa kabupaten di Papua. Mobilisasi massa ini berdasarkan aduan yang diterima Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Perwakilan Papua, melalui posko pengaduan dugaan pelanggaran HAM PSU pada pemilihan gubernur (Pilgub) Papua. Adapun posko ini dibuka sejak 21 Juli hingga Agustus mendatang.
Kepala Komnas HAM RI Perwakilan Papua, Frits Ramandey mengatakan, berdasarkan aduan yang diterima, mobilisasi massa itu terjadi di Kabupaten Biak, Yapen dan Kabupaten Keerom. Bahkan ada informasi jika pergerakan massa ini melibatkan Warga Negara Asing asal Papua New Guinea (PNG).
Lalu ada ribuan orang yang dimobilisasi datang ke Biak. Begitu juga di Kabupaten Yapen, bahkan ada flayer yang beredar untuk membuat SIM gratis di Kabupaten Yapen. Terkait dengan aduan tersebut, Frits mengaku sudah melakukan komunikasi dengan Bawaslu dan Polda Papua untuk mengecek kebenarannya.
”Soal mereka dari mana, kami juga belum tahu. Kepentingan kami disini adalah Pemilu harus bisa mewadahi hak warga negara untuk menyalurkan hak politknya secara bermartabat,” tegas Frits.
Mereka datang bukan untuk konser musik atau pertandingan sepak bola. Mereka datang untuk menonton film…
Kementrian Dalam Negeri RI bersama Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan dan delapan pemerintah kabupaten bersama unsur…
Kepala Cabang PT SPIL Merauke Puji Harmoko, ketika ditemui media ini mengungkapkan pembongkoran kontainer yang…
Sebuah minibus Dutro yang mengalami kecelakaan pada Jumat (15/5) lalu diduga karena kecepatan tinggi saat…
Dengan suara penuh empati dan ketegasan, ia mengingatkan bahwa Wamena bukan hanya sebuah kota, tetapi…
Banyaknya pengungsi yang masuk ke tempat tersebut membuat Pemprov Papua Pegunungan sejak semalam berupaya untuk…