Categories: BERITA UTAMA

35 Warga Sipil Tewas Akibat KKB Selama Tahun 2022

JAYAPURA – Hasil pemaparan Polda Papua dalam refleksi akhir tahun 2022 terkait penanganan kasus Kelompok Kriminal Bersenjatta (KKB) terungkap bahwa hingga tanggal 28 Desember kemarin tercatat ada 35 warga sipil yang tewas akibat ulah KKB.

Selain itu ada 10 anggota TNI dan 3 anggota Polisi  yang juga tewas akibat KKB. Sementara untuk KKB sendiri ada 5 orang yang dilaporkan meregang nyawa usai kontak tembak.

Angka ini merupakan akumulasi dari Januari hingga 28 Desember 2022. Meski demikian Kapolda Papua, Irjen Polisi Mathius Fakhiri mengungkapkan jumlah kasus kejahatan oleh kelompok kriminal bersenjata sepanjang 2022 terjadi penurunan dibanding 2021. Jika di tahun 2021 tercatat ada 109 kasus maka ditahun ini ada 90 kasus. Jadi ada penurunan 16 kasus di 2022 bila dibandingkan di tahun sebelumnya.

Menurut Kapolda, dalam melakukan aksinya KKB tak hanya menyasar anggota TNI dan Polri, tetapi juga menyasar warga sipil khususnya di daerah pegunungan Papua. Diakui menurunnya angka ini tak lepas dari upaya penanganan yang dilakukan dimana tahun 2022 ini pihaknya lebih banyak melakukan defensive atau bertahan disbanding tahun – tahun sebelumnya yang masih melakukan pengejaran.

“Dari kami ada 3 anggota yang tewas lalu TNI ada 10 anggota dan dari KKB sendiri ada 5 orang. Namun jumlah sipil cukup banyak yakni 35 orang,” kata Kapolda.

Sementara untuk daerah yang masih menjadi target bagi kelompok ini kata kapolda yakni Kabupaten Yahukimo, Kabupaten Intan Jaya, Kabupaten Puncak, dan Kabupaten Puncak Jaya, Kabupaten Nduga, Kabupaten Pegunungan Bintang, Kabupaten Jayawijaya dan Kabupaten Kepulauan Yapen.

“Kebanyakan daerah yang menjadi sasaran KKB ini ada di pegunungan Papua, hanya satu kabupaten saja yang di daerah pesisir, yakni Kabupaten Kepulauan Yapen,” bebernya.

Ia sendiri memprediksi bahwa KKB di tahun mendatang masih menjadi ancaman bagi warga sipil karenanya untuk penanganannya  pola  yang dilakukana adalah mengedepankan pendekatan kesejahteraan.

“Saya juga minta pemerintah daerah khususnya para bupati, SKPD dan DPRD untuk ikut tampil di depan, sehingga masyarakat tidak merasa canggung untuk terlibat dalam kegiatan kepolisian,” tegas kapolda.

Program dan pendekatan humanis juga masih terus dilakukan untuk menyentuh hati masyarakat. Tujuannya adalah memperbaiki tingkat kesejahteraan dan perekonomian masyarakat.

“Kami  coba memaksimalkan pendekatan yang lebih humanis dengan harapan bisa menjawab berbagai permasalahan yang selalu jadi faktor pemicu gangguan keamanan di tengah masyarakat,” tutupnya. (ade/wen)

newsportal

Recent Posts

Krisis Stok Darah Mimika, PMI Desak Pemda Bangun UDD Mandiri

​Berdasarkan standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kebutuhan darah ideal sebuah wilayah adalah 1% hingga 2%…

4 hours ago

Sat Reskrim Polres Jayawijaya Ringkus Pelaku Penggelapan Uang di Morowali

Kapolres Jayawijaya melalui Kasat Reskrim Iptu Marcelino Rumambi, SH, MH menyatakan penangkapan ini terhadap pelaku…

5 hours ago

Gubernur Papua Tengah Apresiasi Program Puncak Cerdas

Komitmen Pemerintah Kabupaten Puncak dalam membangun sumber daya manusia melalui sektor pendidikan mendapat apresiasi dari…

6 hours ago

TNI-Polri Sita Belasan Sajam dan Senapan Angin di Puncak Jaya

Kapolres Puncak Jaya AKBP Yudha Wicaksono saat dihubungi dari Nabire, Senin, mengatakan patroli gabungan tersebut…

7 hours ago

2 Dari 3 BB yang Didapatkan Dari Tangan TH Tak terdaftar di Samsat Jayawijaya

Kapolres Jayawijaya melalui kasat Reskrim Iptu Marcelino Rumamb, SH, MH menegaskan jika usai dilakukan penangkapan…

8 hours ago

Ekowisata Mangrove Pigapu, Babak Baru Kemandirian Adat Kamoro di Mimika

Sebuah langkah baru pariwisata berbasis komunitas lahir di Tanah Papua. Lewat Paket Eduwisata dan Sejarah…

9 hours ago