

Tim Mari-Yo saat menyerahkan dokumen pelaporan kasus penyebaran kebencian dan hoaks ke Polda Papua, Senin (28/7). (Foto Tim Mari-Yo)
JAYAPURA – Sembilan hari jelang Pemungutan Suara Ulang (PSU) pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua, eskalasi politik di Provinsi Papua meningkat. Pasangan calon nomor urut 2, Mathius D Fakhiri-Aryoko Rumaropen atau Mari-Yo yang selama ini dikenal kalem akhirnya mengambil sikap.
Ini terkait aktifitas di media sosial yang saling serang dan membagikan ujaran kebencian. Alhasil, tim mempolisikan atas beredarnya fitnahan, pencemaran nama baik, berita hoaks dan ujaran kebencian yang dituduhkan kepada Mathius D Fakhiri dan Yulce Enembe.
Pelaku yang dilaporkan menggunakan akun dengan nama Bonny Meabun. Ia terekam dalam jejak digital menuliskan kalimat yang tidak pantas saat mengomentari foto MDF dan Yulce Enembe. Dirinya juga menyampaikan narasi bahwa Mathius Fakhiri yang membunuh Lukas Enembe.
Juru Bicara Pasangan Mari-yo, Muhammad Rifai Darus mengatakan, tindakan ini bukan hanya bentuk perlindungan terhadap individu, tetapi juga perlindungan terhadap martabat demokrasi Papua yang sedang dibangun bersama menuju Pilkada yang damai, beradab, dan bermartabat.
“Ini juga sebagai upaya dini mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan bersama oleh kita semua di tanah Papua,” kata Rifai, saat dalam rilisnya kepada Cenderawasih Pos, Senin (28/7). Pihaknya menilai, pencemaran nama baik, ujaran kebencian dan fitnah di media sosial telah melewati batas, bukan hanya menyerang pribadi tapi juga mengganggu ketertiban umum dan kehormatan proses demokrasi.
Page: 1 2
Denny menyoroti kebijakan pemerintah pusat yang mengatur penggunaan Dana Tambahan Otsus melalui program-program yang…
Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Kota Jayapura Ni Nyoman Sri Antari dalam kegiatan…
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua, Mathius Wally, mengatakan penguatan konektivitas menjadi salah satu perhatian…
Menjelaskan situasi di lapangan, Koordinator Lapangan (Korlap) aksi pemalangan, Kamus Bayage, menegaskan bahwa penutupan…
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Rudi Aibesa, S.KM. M.Kes membenarkan jika ada surat yang dikeluarkan oleh…
Hal tersebut disampaikan Ketua DPRK Tolikara, Meinus W. Yanengga, S.IP., bersama anggota DPRK Tolikara dalam…