

Proses pemindahan jenazah korban dari pesawat ke mobil jenazah setelah tiba di Bandara Mozes Kilangin, Timika, Senin (27/11) kemarin. (Foto: Selvi)
*Aparat Masih Siaga, Pembangunan Puskesmas Beoga Dihentikan Sementara
TIMIKA – Jenazah pekerja bangunan Puskesmas Beoga yang tewas ditembak Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) akhirnya berhasil dievakuasi setelah tiga hari tertahan sejak kejadian pada Jumat (24/11/2023). Evakuasi dilakukan Senin (27/11/2023) dari Beoga ke Timika.
Kapolres Puncak, Kompol I Nyoman Punia yang memantau langsung proses evakuasi di Bandara Mozes Kilangin Timika mengatakan evakuasi akhirnya bisa dilakukan.
Awalnya direncanakan Sabtu atau Minggu tapi karena terkendala cuaca sehingga evakuasi baru bisa dilakukan pada hari Senin. “Memang rencana hari Sabtu dan Minggu tapi kendala cuaca. Akhirnya tertunda sampai hari ini,” katanya.
Setelah dievakuasi, jenazah langsung dibawa ke RSUD Mimika untuk dilakukan visum. Selanjutnya apakah akan dipulangkan ke Jawa belum ada kepastian.
Begitu pula dengan dua pekerja yang selamat namun dalam kondisi luka juga baru bisa dievakuasi secara bersamaan. Juga dibawa ke RSUD untuk perawatan.
Terkait situasi di Beoga pasca penyerangan KKB, Nyoman Punia menyatakan aparat keamanan masih siaga. Tapi masyarakat bisa beraktifitas seperti berkebun. Namun pekerjaan pembangunan Puskesmas Beoga untuk sementara dihentikan.
“Saya imbau kepada pekerja yang jauh dari pantauan TNI dan Polri hentikan dulu, kalau ada pengamanan bisa dijalankan,” tegasnya.
Lima pekerja proyek pembangunan Puskesmas itu, diserang KKB pimpinan Aibon Kogoya di Kampung Jambul, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak pada Jumat (24/11/2023) lalu. Akibat penyerangan itu, tiga orang meninggal dunia yakni Suyanto (40), mengalami luka tembak di kepala dan lengan tangan kiri.
Korban Satiman meninggal dunia, akibat luka tembak di pelipis kanan dan lengan tangan kiri. Korban Triyono (50) meninggal dunia akibat luka tembak di ujung mata sebelah kanan, dan sabetan senjata tajam di leher bagian belakang, punggung, dan bahu kanan. Sementara korban selamat yakni, Nurali (52), dan Alfian Pratasis (30).(ryu/wen)
Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BBKHIT) Papua memberikan perhatian serius terhadap isu masuknya…
Akademi Teknologi Laboratorium Medik Papua menyoroti tingginya ancaman tiga penyakit berbahaya di Papua, yakni malaria,…
Kapolres Jayawijaya AKBP Anak Agung Made Satriya Bimantara, S.IK saat memimpin pendataan kerugian material…
Selain menetapkan tersangka, aparat kepolisian juga masih merangkum sejumlah laporan polisi yang masuk pasca insiden…
Peristiwa ini langsung memicu sorotan tajam lantaran terjadi di lingkungan tempat ibadah, sebuah ruang aman…
Bupati Intan Jaya, Aner Maisini, menegaskan gereja dan masyarakat sipil tidak boleh menjadi sasaran dalam…