Categories: BERITA UTAMA

Komnas HAM Diminta Selidiki Kasus Tiga Warga Sipil

Selain mendorong investigasi, Anthon juga menyoroti belum tuntasnya penanganan kelompok bersenjata di Papua. Menurutnya, negara perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap strategi penanganan konflik yang selama ini diterapkan.Ia mengakui operasi keamanan di Papua menghadapi tantangan besar, mulai dari kondisi geografis yang berat, wilayah pegunungan dan hutan yang sulit dijangkau, hingga pola gerilya yang diterapkan kelompok bersenjata.

“Persoalan ini memang kompleks. Mereka bergerak dalam kelompok-kelompok kecil, berpindah-pindah, memanfaatkan medan yang sulit dijangkau. Selain itu juga ada dugaan dukungan logistik dan jaringan tertentu yang perlu diungkap,” ujarnya.Meski demikian, Anthon mengingatkan agar aparat tidak menggeneralisasi dukungan masyarakat terhadap kelompok bersenjata karena kondisi sosial di setiap daerah berbeda.

Menurutnya, konflik di Papua memiliki akar persoalan yang panjang, meliputi aspek sejarah, politik, pembangunan, kesejahteraan, hingga tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Karena itu, ia menilai penyelesaian konflik tidak cukup hanya mengandalkan pendekatan keamanan.

“Penegakan hukum harus tetap dilakukan secara tegas terhadap pelaku tindak pidana. Namun di sisi lain perlu dibarengi dengan pembangunan, peningkatan kesejahteraan masyarakat, dialog dengan pihak-pihak terkait, serta perlindungan maksimal terhadap warga sipil,” jelasnya.

Anthon menegaskan, masyarakat sipil selama ini menjadi pihak yang paling dirugikan dalam konflik bersenjata di Papua. Oleh sebab itu, perlindungan terhadap warga harus menjadi prioritas utama dalam setiap operasi keamanan.Ia juga mengingatkan pentingnya transparansi dan akuntabilitas negara dalam penanganan konflik agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

“Jangan sampai muncul anggapan bahwa operasi keamanan hanya menghabiskan anggaran tanpa memberikan rasa aman kepada masyarakat. Negara melalui TNI dan Polri harus mampu menunjukkan bahwa kehadiran mereka benar-benar melindungi warga sipil,” katanya.

Anthon menilai tindakan kekerasan terhadap warga sipil justru merusak klaim perjuangan ideologi yang dikemukakan kelompok bersenjata. “Kalau memang mengatasnamakan perjuangan ideologi, tindakan membunuh warga sipil justru mengotori perjuangan itu sendiri. Tindakan seperti ini adalah tindak kriminal yang harus diproses secara hukum dan tidak boleh dibiarkan,” tegasnya. (rel/ade)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

 UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Baru Dua Daerah di Papua Punya Regulasi PBJ KampungBaru Dua Daerah di Papua Punya Regulasi PBJ Kampung

Baru Dua Daerah di Papua Punya Regulasi PBJ Kampung

-Regulasi Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) di tingkat kampung di Papua belum merata. Dari 1.029…

24 hours ago

JPO Abepura Kembali Dibuka, Pejalan Kaki Bernapas Lega

  Penggunaan kembali prasarana penyeberangan ini disambut dengan rasa lega yang mendalam oleh masyarakat Abepura,…

1 day ago

Sandera yang Selamat Ternyata Sedang Hamil

Langkah ini menyusul keberhasilan evakuasi salah seorang korban selamat, Demerina Uamang (23), yang sempat diamankan…

1 day ago

Konsep Dialog Kembali Didorong untuk Akhiri Konflik

Ketua HONAI, Pdt. Andrikus Mofu, menegaskan gereja tidak ingin masyarakat terus menjadi korban kekerasan, kehilangan…

1 day ago

Disandera, Dipaksa Dukung OPM Lalu Dihabisi

Ia ditemukan tewas dengan kondisi terbakar bersama mobilnya. Yang bikin heboh adalah, sebelum dieksekusi, ia…

1 day ago

Demo Tolak MBG Serentak Disinyalir Terorganisir

Kepala Komnas HAM Papua, Frits Ramandey menduga aksi yang berlangsung di sejumlah daerah tersebut tidak…

1 day ago