Categories: BERITA UTAMA

BTM : Mengganti Direktur Bukan Solusi

JAYAPURA-Mantan Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano (BTM), angkat bicara terkait kasus kematian ibu hamil Irene Sokoy bersama bayi dalam kandungannya pada Senin (17/11/2025).

Menurutnya, respons pemerintah daerah terhadap kasus tersebut memang sudah berjalan, namun beberapa langkah yang diambil dinilai tidak tepat. Itu termasuk aoal rencana pergantian sejumlah direktur rumah sakit. BTM menilai pergantian para direktur rumah sakit tidak akan menyelesaikan persoalan utama layanan kesehatan di Papua.

Ia menegaskan bahwa akar persoalan justru berada pada pelayanan kesehatan dasar, yakni puskesmas dan pustu.

“Menurut saya, pemecatan direktur atau evaluasi manajemen rumah sakit tidak menyelesaikan masalah pelayanan kesehatan di Papua,” ujarnya, Selasa (25/11).

Ia menjelaskan bahwa sejumlah masalah mendasar masih terjadi di layanan primer, seperti imunisasi yang tidak berjalan maksimal, petugas medis tidak berada di tempat, kurangnya ketersediaan obat, hingga ketiadaan dokter umum maupun dokter spesialis di wilayah tertentu.

“Pelayanan dasar ini harus dibenahi dulu. Kalau puskesmas terlambat merujuk, akibatnya bisa fatal. Baru setelah itu bicara pelayanan rujukan di RSUD maupun rumah sakit swasta,” kata BTM.

Ia menambahkan, kebijakan penanganan masalah kesehatan tidak bisa diambil secara sporadis seperti sidak mendadak kemudian mengganti. Menurutnya, penyelesaian yang tepat harus dilakukan secara komprehensif, melibatkan seluruh instansi dan pemangku kepentingan terkait.

BTM juga mengungkapkan bahwa ketika menjabat sebagai Wali Kota Jayapura, ia memiliki sejumlah program strategis untuk memperkuat pelayanan kesehatan dasar, termasuk menempatkan dokter umum dan dokter spesialis di puskesmas dan pustu.

“Di Kota Jayapura tidak pernah terjadi kematian ibu dan janin karena terlambat dirujuk. Itu karena pelayanan dasar kami perhatikan dengan serius,” tegasnya.

Terkait kasus Irene Sokoy, BTM menilai bahwa persoalan keterlambatan rujukan yang dialami almarhumah tidak akan terjadi apabila pelayanan dasar di puskesmas maupun pustu berjalan dengan baik. “Solusinya bukan mencopot direktur atau manajemen rumah sakit. Kualitas pelayanan kesehatan hanya akan membaik jika mulai dibenahi dari pelayanan primer,” tutupnya (rel/ade)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Recent Posts

Target Tahun 2028, Matangkan Persiapan dari Administrasi, Regulasi hingga Anggaran

Kewenangan pengelolaan sekolah SMA/K di Papua seolah seperti permainan ping pong, antara pemerintah kabupaten/kota dengan…

1 day ago

Rawan Cerai, Anak Muda Jangan Buru-buru Menikah

Pernyataan ini menekankan bahwa pernikahan bukan sekadar ikatan formal atau pemenuhan tradisi, melainkan komitmen jangka…

1 day ago

Jelang Kunjungan Mendagri Kabupaten Jayapura Benahi Wajah Daerah

Dalam arahannya, Haris Yocku meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) bergerak cepat melakukan penataan kawasan…

1 day ago

Warga Diminta Kesadaran Bayar Retribusi Sampah

Untuk mendukung operasional pengangkutan sampah tersebut, pemerintah menetapkan biaya retribusi. Pares menekankan bahwa nilai nominal…

1 day ago

Temukan Kecurangan Distribusi BBM, Warga Diminta Lapor

rea Manager Communication Relations and CSR Papua Maluku Ispiani Abbas mengimbau masyarakat untuk turut berperan…

2 days ago

Kebobolan, Sejumlah Tahanan Lapas Abepura Kabur

Pengamanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Abepura, Kota Jayapura, kecolongan. Enam orang tahanan kasus…

2 days ago