Categories: BERITA UTAMA

Perlu Adanya Tim Pencari Fakta

JAYAPURA-Aktivis Kemanusiaan Natalius Pigai mengatakan melihat kasus Kiwirok yang makin urgensi maka ia menyatakan agar perlu adanya pembentukan tim gabungan pencari fakta (TGPF).

Natalius Pigai mengatakan, peristiwa Kiwirok yang menewaskan seorang tenaga kesehatan dan selanjutnya juga korban di aparat TNI juga TPN-OPM. “Jika sedari awal aparat tidak membangun opini liar maka sebenarnya mudah menemukan pemicu, pelaku dan korban. Ternyata beberapa versi yang muncul yang dapat menjadi bukti petunjuk untuk mencari apa sebenarnya yang terjadi maka akan dengan mudah menemukan pemicu dan mencari solusi yang tepat,” ungkapnya melalui pesan WhatsApp kepada Cenderawasih Pos, Sabtu (25/9). 

Bahkan menurut Pigai ada beberapa informasi yang sejak kejadian itu sampai dengan saat ini ada muncul berbasis pada asas praduga tidak bersalah.

“Beberapa infomasi yang  muncul berbasis pada asas praduga tidak bersalah yaitu kematian Nakes karena ditembak mati oleh KKB. Tenaga kesehatan mati karena masuk jurang yang memang terjal saat melarikan diri. Tenaga kesehatan mati karena dianiaya, Dokter pegang senjata dan diduga menembak mati satu anggota TPN/OPM.  Ada warga sipil ikut bakar rumah sakit,  diduga ada aktor sipil yang bermain. Adanya pengakuan para nakes bahwa mereka sangat mengenal baik para pelaku. Tenaga kesehatan yang dinyatakan hilang menyatakan ada bunyi tembakan dari dalam rumah sakit. Asosiasi Kesehatan melaporkan peristiwa nakes ke international,” bebernya.

Ia juga mengatakan, Komnas HAM RI juga tidak menyebut aktor pelaku. Bisa saja dilakukan oleh aparat karena kepentingan tertentu dan bisa juga aktor politik sebagai otak di balik peristiwa Kiwirok. “Bisa saja murni dilakukan oleh TPN-OPM,” tambahnya. 

Untuk itu Pigai meminta semua informasi dan pernyataan cenderung membingungkan maka ia meminta perlu ada tim pencari fakta.

“Pemda bentuk Tim  Gabungan Pencari Fakta Peristiwa Kiwirok khususnya peristiwa yang menimpa tenaga kesehatan dan kerusakan rumah sakit. Selanjutnya hasil TGPF disampaikan oleh pemerintah,” pungkasnya. (fia/roy/oel/nat)

newsportal

Recent Posts

490 Daerah Tak Punya Uang untuk Bayar Gaji ASN

Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…

1 hour ago

Kodam Sebut Kevin Tewas Dalam Laka Tunggal

   Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, mengatakan penyelidikan dilakukan bersama Polres Jayapura…

2 hours ago

Kuasai Abepura, Agenda Demo Harus Terkendali

Kesiapan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolsek Abepura, Kompol Paulus Hilapok. Ia mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian…

3 hours ago

Hotel Boleh Sepi Sekarang, Tapi Jurusan Perhotelan Paling Banyak Diincar Siswa

   Ia menjelaskan, pembelajaran perhotelan di SNK Pariwisata Papua tidak berhenti di ruang kelas. Siswa…

4 hours ago

Yulianto: Banyak Masalah Tanah Belum Tuntas

​Ia mencontohkan salah satu bentuk ketidakberesan pelayanan pertanahan yang tengah ia tangani, seperti permohonan pengembalian…

5 hours ago

Hanya Bermodalkan Rp 500 Ribu, Makanan Basi Terdeteksi Lima Detik.

Dengan modal sekitar Rp 500 ribu, dua siswa kelas sembilan tersebut merancang alat yang dapat…

6 hours ago