Categories: BERITA UTAMA

Awas, Bisa Mendarat di Kolam Buaya

JAYAPURA-Atlet paralayang di PON XX mungkin tak bisa tenang saat berlomba.  Pasalnya, venue paralayang berada di Bukit Kampung Buton, Entrop, Distrik Jayapura Selatan. Nah, tempat landing berada tepat di samping penangkaran buaya. Jaraknya hanya 100 meter dari titik landing. Di situ, ada lima kolam. Satu kolam berisi sekitar 10-12 buaya. 

Jadi, pendaratan jangan sampai meleset. Atlet paralayang Jatim M. Rizky Darmawan tahu hal itu. Bahkan, saat sedang melayang, kolam buaya itu terlihat jelas dari atas. “Sebelum terbang, saya sudah diwanti-wanti sama atlet tuan rumah (Papua) soal kandang buaya. Yang pasti harus hati-hati ya,” katanya kepada Jawa Pos. 

Rizky tidak keder. Tapi, harus lebih waspada. “Apalagi kondisi angin di venue ini sangat tidak stabil seperti di tempat lainnya. Ini yang jadi challenge,” ungkap Rizky. Soal kandang buaya, dia yakin tidak akan sampai terperosok. “Kan dari atas bisa disetir. Jadi nggak mungkin jatuh ke kolam buaya,” tambahnya.

Jatim menurunkan delapan atlet. Untuk PON kali ini tim pelatih menargetkan mampu mempertahankan gelar juara umum. “Target kami bisa meraih lima emas dan kembali jadi juara umum,” kata pelatih paralayang Jatim Yustira Ramadhani kepada Jawa Pos. Pada PON 2016, Jatim meraih empat emas. (gus/bas/JPG)

newsportal

Recent Posts

Demo Tolak MBG Serentak Disinyalir Terorganisir

Kepala Komnas HAM Papua, Frits Ramandey menduga aksi yang berlangsung di sejumlah daerah tersebut tidak…

59 minutes ago

Kericuhan di Pelabuhan, KM Gunung Dempo Pilih Tunda Berlabuh

Saat kapal dalam perjalanan menuju  Jayapura, tiga penumpang ini diketahui merokok di dalam kapal, tepatnya…

2 hours ago

Gereja Membela Harkat dan Martabat Manusia, Jangan Dinilai Gerakan Politik Praktis

   Mofu mengungkapkan bahwa HONAI dibentuk sebagai ruang bersama untuk menjawab berbagai persoalan kemanusiaan, terutama…

14 hours ago

Dorong Penyelesaian Hukum, Jangan Biarkan Pemalangan Jadi Kebiasaan

   Menurutnya, setiap penggunaan tanah masyarakat adat untuk kepentingan umum seharusnya telah melalui proses yang…

22 hours ago

Polisi Ungkap Hasil Labfor Pecahan Botol di Komnas HAM

   Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Papua, Kombes Pol Parasian H. Gultom, mengungkapkan bahwa…

23 hours ago

Siapkan Konsolidasi Besar Masyarakat Adat Tabi-Mamta

  Pertemuan yang dikemas dalam bentuk sidang pleno ini menjadi momentum penting untuk merumuskan agenda…

1 day ago