Categories: BERITA UTAMA

Tiga Sopir Jadi Tersangka

BANGKAI MOBIL: Tampak salah satu taksi starwagon jurusan Waena-Sentani yang dibakar dalam keributan di terminal Expo, Waena, Distrik Heram, Jumat (24/5) malam lalu.( FOTO : Takim/Cepos)

JAYAPURA- Satuan Reskrim Polres Jayapura Kota menetapkan tiga orang tersangka kasus keributan di Terminal Expo Waena yang mengakibatkan meninggalnya seorang anggota TNI Serda Herman dan terbakarnya 4 unit kendaraan yang terdiri dari tiga taksi starwagon dan satu sepeda motor, Jumat (21/5) malam lalu. 

Kapolres Jayapura Kota, AKBP. Gustav R Urbinas mengatakan, tiga oknum sopir yang dijadikan tersangka yaitu F, M dan Y. 

Dikatakan, dalam keributan itu seorang anggota TNI bernama Serda Herman meninggal dunia dengan tiga luka tusukan pada bagian dada kiri, perut kiri bawah dan lengan kanan.

“Ketiga tersangka dijerat Undang-Undang Darurat tahun 1951 atas kepemilikan senjata tajam,” jelasnya saat dihubungi Cenderawasih Pos, Minggu (26/5). 

Pihaknya juga masih mendalami kasus dugaan penganiayaan dan pengeroyokan ini dengan melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap ketiga tersangka. . 

“Terkait dengan kasus penganiayaan dan pengeroyokan masih kita lakukan pemeriksaan intensif kepada tiga orang tersangka yang sudah kami amankan di ruang tahanan Mapolres Jayapura Kota. Tidak menutup kemungkinan ketiga tersangka bisa dilapisi pasalnya ke pengeroyokan,” jelasnya. 

Mengenai kemungkinan masih adanya tersangka lain, Kapolres Gustav Urbinas mengatakan, penyidik masih terus mendalami kasus ini. Tetapi yang paling mungkin sekali  adalah tiga orang  yang saat ini sudah diamankan, karena ketiganya berada di lokasi dan diduga terlibat langsung dalam keributan dengan korban dan juga memiliki pisau badik.“Pisau badik ini melekat sama  tersangka yang saat itu berada di TKP,” terangnya.

Terkait dengan kasus ini lanjut Kapolres, kawasan Expo tetap dilakukan pengawasan dengan cara personil melaksanakan patroli dan pengawasan ketat terhadap toko-toko yang menjual Miras pada jam- jam yang dilarang beroperasi sebagaimana surat edaran Wali Kota Jayapura.

“Saya tegaskan ini adalah oknum tidak ada kaitannya dengan kelompok ataupun suku dan lainnya. Untuk itu, saya mengimbau masyarakat untuk  tidak mengkait-kaitkan terhadap kelompok maupun suku. Ini murni  perbuatan beberapa oknum yang profesinya sebagai sopir taksi,” tegas Kapolres.

Ia menuturkan pemicu kejadian Jumat (24/5) mala lalu yaitu adanya sekelompok orang dalam hal ini sopir taksi Waena-Sentani yang nongkrong sambil mengonsumsi Miras, hingga akhirnya terjadi perselisihan di antara mereka.

Dua kelompok yang sedang duduk saat itu ribut dan terjadi perkelahian, lalu korban bermaksud untuk menengahi pertikaian tersebut  tetapi korban justru ditikam. (fia/nat)

newsportal

Recent Posts

Temuan Pemborosan Anggaran Jadi Perhatian DPRP di APBD Perubahan

   Ketua DPR Papua, Denny Henrry Bonai, mengatakan pembahasan tindak lanjut akan dilakukan oleh masing-masing…

14 hours ago

DPR Kota Jayapura Tetapkan 12 Raperda Dibahas Tahun Ini

  Regulasi ini mencakup empat (4) Raperda kategori APBD dan Delapan (8) Raperda Non-APBD guna…

15 hours ago

Mantan Bendahara Bunda PAUD Papsel Divonis 4 Tahun Penjara

Putusan Majelis Hakim Tipikor Jayapura tersebut  lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum sebelumnya yang…

16 hours ago

Pergaulan Bebas dan Faktor Ekonomi Jadi Penyebab 1000 Lebih Anak Berhenti Sekolah

  Sejumlah mama Papua datang dari berbagai Distrik di Kota Jayapura mengenakan sandal jepit, menggandeng…

17 hours ago

Stok Obat Menipis, Pelayanan Puskesmas Mopah Baru Terancam Terganggu

Kepala Puskesmas (Kapus) Mopah Baru Severina SH. Wiratwanti menyampaikan, stok obat, terutama jenis obat yang…

18 hours ago

Kemarau Panjang di Papua Pegunungan, Sejumlah Sumur Bor Milik Warga Mulai Mengering

Forecaster BMKG Wamena Ahmad Armanda menyatakan musim kemarau di wilayah Papua Pegunungan ini dimulai dari…

19 hours ago