“Ini dari pengalaman. Saya turun ke kampung-kampung terluar dari kota itu minat anak-anak justru banyak. Memang penolakan dari orang tua timbul karena adanya kekhawatiran,” ungkap Djimmy saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Sabtu (24/1).
Pihaknya pun tak tinggal diam, BGN terus berkolaborasi dengan berbagai stackolder terkait, untuk melakukan diskusi bersama menangani setiap permasalahan yang terjadi ditahun sebelum (2025), sehingga bisa diperbaiki ditahun 2026.
Selain itu, BGN Papua juga terus berupaya melakukan evaluasi kepada setiap mitra kerjanya yakni yayasan dan dapur. Hal ini dilakukan agar setiap kali pendistribusian MBG di setiap sekolah dapat berjalan lancar dan makan tetap kondisi utuh. “Karena kekhawatiran orang tua inikan apa yang anak-anak makan. Memang dari kita MBG akan melakukan kolaborasi dengan mitra-mitra untuk bicara lebih tegas. Untuk bagaimana makanan ini di atas meja dengan baik,” jelasnya.
Sebagai bentuk penegasan, BGN diketahui telah pernah memberikan warning atau peringatan kepada SPPG yang dinilai melanggar SOP dalam menyajikan MBG. Akan tetapi kepala BGN Papua itu tidak menyebutkan secara detail, namun yang pasti ada diseluruh SPPG di Tanah Papua.
Untuk mendukung operasional pengangkutan sampah tersebut, pemerintah menetapkan biaya retribusi. Pares menekankan bahwa nilai nominal…
rea Manager Communication Relations and CSR Papua Maluku Ispiani Abbas mengimbau masyarakat untuk turut berperan…
Pengamanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Abepura, Kota Jayapura, kecolongan. Enam orang tahanan kasus…
Pemerintah Kota Jayapura menegaskan komitmennya untuk terus mendukung dan menyukseskan berbagai program prioritas yang dicanangkan…
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua menargetkan 1.000 mahasiswa menerima bantuan pendidikan melalui program Mahasiswa Cerdas (Mace)…
Ketua Komisi IV DPR Papua, Joni Y. Betaubun, menegaskan bahwa selama lebih dari satu tahun…