Dikutip dari Cepos Online (Jawa Pos Group), Irene meninggal dunia setelah berulang bolak-balik rumah sakit tersebut. Warga Kampung Hobong, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura itu meregang nyawa pada Senin pekan lalu (17/11). Abraham Kabey sebagai kepala Kampung Hobong mengungkapkan kekecewaan atas kisah tragis Irene dan buah hatinya.
”Apa yang keluarga kami alami adalah hal yang sangat menyakitkan, kami dari kampung datang minta pertolongan medis, tapi tidak dapat pelayanan yang baik,” sesalnya. Tak hanya Abraham sebagai tokoh masyarakat dari kampung tempat tinggal Irene, Neil Kabey sebagai suami juga sangat kecewa terhadap pelayanan rumah sakit yang sangat buruk.
Dia heran karena tidak ada dokter yang bisa menangani istrinya ketika butuh pertolongan. Neil yakin, istri dan anaknya masih bisa diselamatkan jika ada tindakan dari dokter. ”Kalau saat itu di RSUD Yowari ada dokter, saya yakin istri dan anak saya masih hidup. Kenapa tidak ada dokter pengganti jika memang dokter saat itu tidak ada,” kata dia. (*/JawaPos.com)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Paru-paru basah atau pneumonia merupakan infeksi pada jaringan paru-paru yang menyebabkan kantung udara terisi cairan…
Peristiwa tersebut terjadi setelah hujan lebat selama beberapa hari yang dipicu Topan Maysak mengakibatkan banjir…
Puskesmas Rimba Jaya yang berlokasi di Lepro, Kelurahan Rimba Jaya, Merauke, berada dalam satu kawasan…
Berdasarkan data tahun 2025, prevalensi stunting di Kabupaten Merauke tercatat 17,4 persen atau sebanyak 1.462…
Bupati Jayawijaya Atenius Murib, SH, MH menyatakan saat ini pemerintah sedang berupaya untuk menfokuskan pembangunan…
Wakil Gubernur Papua Selatan, Paskalis Imadawa, menegaskan bahwa Camporee Pathfinder Arafura International 2026 menjadi wadah…