

Pelaku penyelundupan vanili berinisial KW saat diamankan di Mapolsek Muara Tami, Minggu (25/4). (FOTO: Humas Polresta Jayapura Kota)
JAYAPURA-Jalur perbatasan masih menjadi tempat penyelundupan barang barang ilegal dari Papua New Guinea (PNG) masuk ke Kota Jayapura. Hal ini seiring digagalkannya penmyelundupan 175 Kg vanili beserta pelaku berinisial KW .
Sebanyak 12 koli atau setara dengan 175 Kg vanili ilegal tersebut digagalkan oleh Polisi Perbatasan di sekitar Pos Siskamling, Kampung Louncing Skouw Perbatasan Distrik Muara Tami, Minggu (25/4) saat hendak masuk ke Kota Jayapura.
Kapolsubsektor Skouw Perbatasan RI-PNG, Iptu Kasrun menyampaikan, seorang pria diamankan berinisial KW terkait dengan vanili ilegal ini. Penangkapan yang bersangkutan berawal personel Bripka Samsul Passali melakukan monitoring situasi Kamtibmas di Pos Kamling, Kampung Louncing Skouw Perbatasan.
“Saat melakukan patroli, sekira pukul 05.00 WIT, terlihat satu unit mobil Toyota Fortuner warna putih dengan nomor polisi PA 1096 AW memasuki kampung untuk mengangkut vanili,” jelas Iptu Kasrun kepada Cenderawasih Pos, kemarin.
Lanjutnya, ketika hendak keluar dari Kampung Louncing menuju Jayapura, mobil tersebut berusaha dihentikan oleh Bripka Samsul anggota Polsek Muara Tami. Namun laju kendaraan dipacu dengan kecepatan tinggi sehingga mobil berusaha kabur.
“Bripka Samsul langsung melakukan pengejaran dan mobil tersebut akhirnya dapat dihentikan sekitar 3 kilometer dari Pos Kamling Kampung Louncing. Pelaku bersama barang bukti dibawa ke Polsubsektor Skouw-Wutung untuk diamankan dan dilakukan pemeriksaan awal,” bebernya.
Ia menambahkan, KW bersama barang bukti vanili ilegal yang dibawanya tersebut telah diserahkan ke Mapolsek Muara Tami untuk ditindaklanjuti sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.
“Pengawasan akan kami perketat untuk meminimalisir penyelundupan di jalur perbatasan,” pungkasnya. (fia/nat)
Selain capaian akademik, pihak sekolah juga mencatat tingkat retensi siswa yang sempurna. Hingga saat…
Kunjungan Menteri Dalam Negeri ke Kampung Mosso dilakukan untuk meninjau langsung pelaksanaan program yang…
Mendagri Tito Karnavian mengungkapkan bahwa kawasan Dok IX Tanjung Ria masih membutuhkan perhatian serius…
Bima Arya menilai penanganan kawasan Sungai Anafre tidak cukup hanya melalui kegiatan pembersihan rutin.…
Menteri Dalam Negeri menyoroti masih tingginya angka masyarakat di Papua yang belum memiliki rumah maupun…
Situasi tersebut membuat laga ini menjadi sangat krusial. Brasil hanya membutuhkan hasil imbang untuk menjaga…