

Panglima Kodam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Rudi Puruwito saat jenguk korban penyerangan guru dan nakes di Kab. Yahukimo, di RSMI, Senin (24/3). (FOTO:Pendam XVII Cendrawasih for Cepos)
Personel TNI Tiba di Anggruk
JAYAPURA-Panglima Kodam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Rudi Puruwito, mengecam keras aksi biadab Kelompok Kekerasan Bersenjata (KKB) yang menyerang guru dan tenaga kesehatan (nakes) di Distrik Anggruk, Kabupaten Yahukimo, pada Jumat (21/3/2025). Serangan tersebut mengakibatkan satu orang guru meninggal dunia dan enam lainnya luka-luka.
Menurut laporan, sekitar 11 orang anggota KKB tiba-tiba menyerang rumah guru. Sebagian dari mereka masuk ke dalam rumah, sementara yang lain menunggu di luar. Setelah melakukan penyerangan, KKB membakar dua unit rumah guru. Meskipun demikian, para guru berhasil menyelamatkan diri dengan bantuan warga dan kemudian dibawa ke Puskesmas Anggruk untuk mendapatkan perawatan.
“Dari peristiwa ini, satu orang guru bernama Rosalina Rerek Sogen meninggal dunia akibat terkena benda tajam, sementara enam orang lainnya mengalami luka-luka,” jelas Mayjen TNI Rudi Puruwito.
Merespons kejadian tersebut, aparat keamanan TNI-Polri bersama Pemerintah Daerah (Pemda) Yahukimo segera bergerak ke lokasi kejadian menggunakan helikopter untuk mengevakuasi korban. Pada Sabtu (22/3) pagi, aparat gabungan berhasil menguasai wilayah tersebut guna mengevakuasi korban dan masyarakat.
Page: 1 2
Belakangan ini, publik dihadapkan pada sejumlah pertandingan yang memicu tanda tanya, termasuk laga antara Persiba…
ewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kota Jayapura, menyatakan keprihatinan mendalam atas kondisi yang terjadi di sejumlah…
Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Benjamin Paulus Octavianus, menegaskan Papua masih menghadapi beban penyakit menular…
Pemerintah Kota Jayapura menegaskan komitmennya dalam memastikan penyaluran Bantuan Pangan Nasional berjalan tepat sasaran dan…
Bupati Jayapura, Yunus Wonda, meminta masyarakat pemilik hak ulayat tidak lagi melakukan aksi pemalangan, terutama…
"Kemarin itu saat pertemuan memang dirasa ada ketidakadilan sebab kita mendapatkan kuota fiskal untuk otsus…