

Suasana penjualan daging babi di Jln. masuk Pasar Pharaa Sentani, Senin (24/3) kemarin. (foto: Yohana/Cepos)
SENTANI – Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Jayapura, Adorsina Wompere akui terkait dengan virus ASF yang menyerang ternak babi, untuk Kabupaten Jayapura sudah aman.
“Kita di Kabupaten Jayapura sudah bebas dari virus African Swine Fever (ASF), akan tetapi dari laporan terakhir yang kami terima ada beberapa ternak babi di Kota Jayapura yang mati serentak, kami harapkan masyarakat di Kabupaten Jayapura yang memiliki ternak babi tetap waspada,” katanya kepada Cenderawasih Pos, belum lama ini.
Diakuinya, terkait dengan ternak babi yang terinfeksi virus ASF, jika dikonsumsi terlebih dahulu harus dimasak dengan benar, karena virus tersebut akan mati jika daging babi langsung dimasak dengan benar.
“Yang kami imbau agar masyarakat tidak mengkonsumsi jeroan dari B2, karena virus tersebut adanya di jeroan atau usus B2, kami harapkan para penjual daging babi dipasar juga lebih teliti, tidak mengambil B2 dari luar Kabupaten Jayapura untuk sementara,” terangnya.
Hal ini untuk mengantisipasi jangan sampai virus tersebut kembali menyerang ternak babi yang ada di Kabupaten Jayapura.
“Tetapi untuk Kabupaten Jayapura sudah bebas dari virus ASF, bahkan kami juga telah mengambil sampel daging babi dipasaran untuk diuji leb, untuk memastikan kemanan daging babi yang dijual dipasaran,” pungkasnya. (ana)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…
Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, mengatakan penyelidikan dilakukan bersama Polres Jayapura…
Kesiapan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolsek Abepura, Kompol Paulus Hilapok. Ia mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian…
Ia menjelaskan, pembelajaran perhotelan di SNK Pariwisata Papua tidak berhenti di ruang kelas. Siswa…
Ia mencontohkan salah satu bentuk ketidakberesan pelayanan pertanahan yang tengah ia tangani, seperti permohonan pengembalian…
Dengan modal sekitar Rp 500 ribu, dua siswa kelas sembilan tersebut merancang alat yang dapat…