

Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo (foto:Sulo/Cepos)
Terkait Force Mejeure Jaringan Internet
MERAUKE– Aksi demo yang dilakukan aliansi mahasiswa dan masyarakat Merauke ke Kantor PT Telkom di Merauke dan berujung ricuh disesalkan Wakil Ketua I DPRP Papua Selatan Fadly Burhan. Diminta tanggapannya terkait dengan aksi demo yang berujung pengrusakan Kantor PT Telkom itu, Politisi dari Partai Nasdem itu mengaku sangat menyesalkan tindakan pengrusakan.
Pasalnya kantor Telkom sebagai BUMN juga dibangun menggunakan uang rakyat. ‘’Pada dasarnya kita maklum pada masyarakat. Tapi, mestinya penyampaian pendapat itu tidak anarkis karena yang dirusak itu juga pakai uang rakyat untuk membangunnya. Jadi kita sangat sesalkan terjadinya pengrusakan tersebut,’’ kata Fadly Burhan, di Merauke, Jumat (22/8).
Dikatakan, aspirasi seperti itu bisa juga disampaikan lewat anggota dewan untuk selanjutnya pihaknya memanggil pihak Telkom atau stakeholder yang bertanggung jawab. ‘’Tapi sebenarnya kemarin kami sudah memanggil meminta penjelasan dan klarifikasi mengapa bisa terjadi, bagaimana penanganannya dan kapan bisa pulih kembali. Kemudian ada janji, tapi jangan janji PHP.
Tapi ia bersyukur karena dilaporkan bahwa 5 September diperkirakan jaringan internet bisa normal kembali meski belum 100 persen. “Tapi paling tidak saudara-saudara kita yang ada di Papua Selatan yang menggunakan online ini sudah dapat dipakai untuk mencari nafkah dan mendukung pekerjaannya,’’ jelasnya.
Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…
Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, mengatakan penyelidikan dilakukan bersama Polres Jayapura…
Kesiapan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolsek Abepura, Kompol Paulus Hilapok. Ia mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian…
Ia menjelaskan, pembelajaran perhotelan di SNK Pariwisata Papua tidak berhenti di ruang kelas. Siswa…
Ia mencontohkan salah satu bentuk ketidakberesan pelayanan pertanahan yang tengah ia tangani, seperti permohonan pengembalian…
Dengan modal sekitar Rp 500 ribu, dua siswa kelas sembilan tersebut merancang alat yang dapat…