Categories: BERITA UTAMA

Komnas HAM Sebut  Pasca Terbentuknya DOB, Kekerasan Bersenjata Kerap Terjadi

JAYAPURA-Kepala Komnas HAM RI Perwakilan Papua, Frits Ramandey menyebut, kekerasan di tanah Papua bukan hal baru. Bahkan sejak adanya Daerah Otonomi Baru (DOB), kekerasan bersenjata kerap terjadi.

“Siklus kekerasan bersenjata yang terjadi saat ini bawaan sebelum adanya DOB, dan ini masih tumbuh subur,” kata Frits kepada Cenderawasih Pos, Kamis (24/9).

Menurut Frits, setelah pemekaran. Siklus kekerasan bisa akan lebih berkembang bahkan lebih sporadis di era pemekaran jika konfliknya tidak dikelola secara baik. Bahkan, sudah menunjukan tanda tanda itu.

“Rantai kekerasan bersenjata di Papua terutama di wilayah gunung, jika pendekatannya  diserahkan kepada TNI/Polri maka hanya mewarisi momentum kekerasan baru dikemudian hari lantaran timbulnya korban baru,” bebernya.

Kata Frits, penyelesaian korban konflik bersenjata menjadi momentum paling tidak mengurangi dendam, selain itu memutus rantai kekerasan dikemudian hari lantaran ada upaya penghormatan terhadap korban yang meninggal dunia.

Selain itu kata Frits, otoritas sipil harus terus melakukan pendekatan yang lebih humanis kepada kelompok kelompok sipil. Sementara pendekatan keamanan harus menjadi pendekatan yang paling terakhir dalam upaya penyelesaian konflik.

“Jika ada orang yang memegang senjata di tempat tempat tertentu maka yang dikedepankan adalah otoritas sipil,” tegas Frits.

Disampaikan Frits, yang harus dilakukan untuk mengakhiri konflik di tanah Papua adalah membuka ruang dialog. Jika dialog tidak bisa terjadi maka itu hal yang sulit mengakhiri konflik bersenjata.

“Dialog harus dimaknai sebagai proses kesetaraan, proses saling memahami. Kami juga meminta kelompok sipil bersenjata untuk menghormati HAM, sehingga tidak menimbulkan banyak korban lagi,” bebernya.

Dikatakan Frits, dalam kunjungan Wakil Presiden pada September mendatang di Papua. Pihaknya berencana akan menemui Wapres.

“Dalam kunjungan Wapres pada September mendatang di Papua, Komnas HAM rencana akan bertemu Wapres membahas situasi HAM di tanah Papua. Salah satunya adalah soal dialog kemanusiaan,” pungkasnya. (ade/fia/wen)

newsportal

Recent Posts

Kejati Tetapkan Dua Tersangka Korupsi Proyek Jalan Boven Digoel

Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua menetapkan dua orang sebagai tersangka dalam perkara tersebut, Jumat…

7 hours ago

Wajib Menang Meski Banyak Celah

Tim Mutiara Hitam wajib mengamankan tiga poin untuk memutus tren buruk mereka di awal musim…

22 hours ago

Sama-sama Mabuk, Seorang Guru Dibacok Teman Minum

Penganiayaan tersebut diduga dipicu cekcok antara korban dan pelaku berinisial RM (20) dimana pelaku dan…

1 day ago

Tekanan Diplomatik di Forum PBB Momentum Emas Bagi Indonesia

Sorotan ini menjadi krusial mengingat posisi geopolitik Pasifik dan sensitivitas isu kedaulatan nasional Indonesia di…

1 day ago

​Perjanjian Roma dan New York Agreement Dianggap Cacat

Bertepatan dengan peringatan momen bersejarah Perjanjian Roma, yang jatuh, 30 September setiap tahunnya, pihak KNPB…

1 day ago

16 Pejabat Baru Dilantik jelang 2 Tahun Prabowo-Gibran

Dalam reshuffle kali ini, Prabowo melantik sejumlah pejabat untuk mengisi posisi strategis di pemerintahan. Mereka…

1 day ago