Categories: BERITA UTAMA

Jangan Hanya Berkoar Tapi Duduk dan Bicara

Yunus Wonda

JAYAPURA – Opini dan pendapat tentang Otonomi Khusus Jilid II tahun 2021 terus bermunculan di media.  Ada yang menyatakan belum maksimal, ada yang bilang gagal dan ada juga yang bilang sudah berhasil. 

Terkait ini, salah satu anggota Fraksi Demokrat, Yunus Wonda memberi pendapat agar semua pandangan sebaiknya disimpan dan dituangkan dalam rapat akbar. Tak perlu membangun opini yang berlebihan hingga akhirnya masyarakat yang bingung. 

Yunus Wonda

“Sejatinya bukan persoalan berhasil atau gagal tapi sudah 20 tahun  namun apakah implementasinya sudah sesuai. Coba buka dari pasal 1 hingga pasal 79 Undang – undang Otsus apakah semua pasal sudah dilaksanakan?,” tanya Yunus Wonda saat menghubungi Cenderawasih Pos, Jumat (24/7). Yunus sendiri setuju dengan apa yang disampaikan Kapolda Papua, Irjen Pol. Paulus Waterpauw yang menyampaikan bahwa ini bukan saatnya melakukan aksi demo Otsus tapi bagaimana anak – anak Papua yang memiliki kapasitas dan kualitas untuk berkumpul duduk dan berbicara. 

 Ia mengajak semua dibawa kedalam diskusi untuk mencari kesimpulan dan jalan keluar. “Silakan akademisi, atau orang yang memiliki kapasitas untuk  bicara. Buat kajian apakah Otsus itu berhasil atau tidak dan endingnya nanti menjadi tolok ukur yang bisa dibawa ke pemerintah pusat,” bebernya. 

Yunus juga menegaskan bahwa yang harus mengevaluasi adalah masyarakat di Papua. “Kita yang paham dan kita yang jalani, bukan orang di luar Papua yang tahu soal bagaimana Otsus di Papua,” singgungnya.

Lalu terkait anggapan bahwa Otsus telah menggelontorkan uang triliunan bahkan mencapai Rp 90 triliun dikatakan uang sebanyak itu tidak dikucurkan sekali melainkan akumulasi  sejak tahun 2002 hingga kini. Yunus juga berpendapat bahwa gelontoran uang sebesar itu juga menjadi konsekwensi sebuah negara  terhadap provinsi yang terlambat bergabung. “Kalau saat ini Rp 90 triliun yang diberikan lalu kami balik bertanya seberapa besar kekayaan alam yang sudah diambil hingga kini. Jangan nilai Otsus secara sempit dengan nilai uang sebab kami juga akan bertanya berapa besar kekayaan alam Papua yang diambil dan diberikan kepada kami,” imbuhnya. 

Jadi  menurut Yunus ilahkan rakyat menyampaikan aspirasinya apapun itu apakah  mau putih, biru, merah silahkan. Tugas DPR maupun MRP hanya memfasilitasi. (ade/nat)

newsportal

Recent Posts

Target Tahun 2028, Matangkan Persiapan dari Administrasi, Regulasi hingga Anggaran

Kewenangan pengelolaan sekolah SMA/K di Papua seolah seperti permainan ping pong, antara pemerintah kabupaten/kota dengan…

12 hours ago

Rawan Cerai, Anak Muda Jangan Buru-buru Menikah

Pernyataan ini menekankan bahwa pernikahan bukan sekadar ikatan formal atau pemenuhan tradisi, melainkan komitmen jangka…

13 hours ago

Jelang Kunjungan Mendagri Kabupaten Jayapura Benahi Wajah Daerah

Dalam arahannya, Haris Yocku meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) bergerak cepat melakukan penataan kawasan…

17 hours ago

Warga Diminta Kesadaran Bayar Retribusi Sampah

Untuk mendukung operasional pengangkutan sampah tersebut, pemerintah menetapkan biaya retribusi. Pares menekankan bahwa nilai nominal…

18 hours ago

Temukan Kecurangan Distribusi BBM, Warga Diminta Lapor

rea Manager Communication Relations and CSR Papua Maluku Ispiani Abbas mengimbau masyarakat untuk turut berperan…

19 hours ago

Kebobolan, Sejumlah Tahanan Lapas Abepura Kabur

Pengamanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Abepura, Kota Jayapura, kecolongan. Enam orang tahanan kasus…

20 hours ago