Categories: BERITA UTAMA

Tujuan Sandera Pilot Susi Air untuk Papua Merdeka

JAYAPURA-Jubir Jaringan Damai Papua Yan Cristian Warinussy menyarankan agar Egianus dan pasukannya mempertimbangkan untuk menerima tawaran. Terutama tawaran demi kemanusiaan membebaskan Pilot Susi Air. “Pilot Susi Air bukan merupakan tujuan utama dari TPNPB melakukan penyanderaan, ini sebatas menujukan kepada semua pihak bahwa Egianus dan pasukannya sedang memperjuangkan Papua Merdeka dan pesannya sudah tersampaikan,” kata Yan saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Jumat (24/2). Menurut Yan, setelah 18 hari berlalu, Egianus sudah harus mempertimbangkan untuk memberi ruang kepada pilot dibebaskan. Dalam kaitan itu, harus dibicarakan dan harus ada jaminan keamanan dari semua pihak diantaranya, pemerintah distrik, kabupaten dan juga pemerintah Provinsi Papua Pegunungan juga TNI-Polri. “TNI-Polri harus mampu memberikan jaminan pilot tersebut dikembalikan tanpa adanya kontak senjata. Bila perlu, dia (Pilot-red) dikembalikan lewat perantara yang diberikan kepercayaan penuh oleh kedua belah pihak baik TNI-Polri maupun TPNPB. Yang pasti, Kapten Philip Mark Merthens dalam keadaan hidup tidak terluka, dan diserahkan kembali kepada perusahaan yang menggunakan jasanya,” tegas Yan. Menurut Yan, 18 hari penyanderaan Pilot asal Selandia baru waktu yang cukup bagi TPNPB untuk menunjukan ke dunia. bahwa, yang diperjuangkan selama ini bukan untuk membuat kacau atau membunuh orang dan lainnya. Namun tujuannya semata mata untuk Papua Merdeka “Paling tidak, pernyataan tegas dari seorang Egianus Kogoya bahwa yang mereka perjuangnkan adalah Papua Merdeka dan semua orang sudah tahu itu bahkan termasuk TNI-Polri juga Pemerintah Indonesia,” kata Yan. Sebelumnya, Penjabat (Pj) Gubernur Papua Pegunungan Nikolaus Kondomo menyampaikan, upaya membebaskan pilot tersebut dari tangan KKB dengan cara komunikasi secara sosial budaya. “Saya sudah kirim masyarakat masuk ke Distrik Paro untuk melakukan komunikasi langsung (dengan KKB). Kondisi pilot yang disandera sesuai informasi dari lapangan baik dan sehat,” kata Kondomo saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Selasa (14/2). Kondomo mengaku upaya yang dilakukan Pemerintah Nduga saat ini sementara membangun koordinasi dan komunikasi dengan KKB pimpinan Egianus Kogoya yang berada di wilayah tersebut. “Mudah mudahan kehadiran pemerintah di Distrik Paro bisa diterima kelompok KKB dan menyerahkan sandera tersebut. Yang kami utamakan keselamatan pilot,” kata Kondomo.  Diberitakan sebelumnya, KKB Pimpinan Egianus Kogoya membakar dan menyandera pilot Susi Air pada Selasa (7/2) lalu. (fia/wen)
newsportal

Recent Posts

Siap Bentuk Mutiara Digital di Batas Kota, Melawan Keterbatasan dengan Prestasi

Berbeda dengan sekolah-sekolah di jantung kota yang memiliki ribuan murid, SMKN 8 Jayapura memiliki jumlah…

12 minutes ago

Abisai Rollo : Keberhasilan Implementasi Otsus Diukur dari Dampak yang Dirasakan Langsung oleh Warga Papua

Wali Kota Jayapura Abisai Rollo menegaskan, kepala daerah memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan seluruh…

1 hour ago

2027, Pemkam Holtekam Fokus Perkuat Ekonomi Masyarakat Berbasis Potensi Lokal

Pemerintah Kampung Holtekam akan memfokuskan program pembangunan tahun 2027 pada penguatan ekonomi masyarakat melalui pengembangan…

2 hours ago

Komisi III DPRP Audiens dengan Manajemen RSUD Merauke

Komisi III DPR Provinsi Papua Selatan melakukan audiens dengan Manajemen, Nakes dan honorer atau pegawai…

3 hours ago

Kapolda Papua Tengah Dorong Pemkab Intan Jaya Bangun Mapolres

Keterbatasan fasilitas ini memicu reaksi dari Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol Jermias Rontini. Saat ditemui…

4 hours ago

Kepiting Bakau Timika Ekspor Perdana ke Malaysia

Dalam pengiriman perdana ini, sebanyak 240 kilogram kepiting bakau kualitas premium diterbangkan ke Negeri Jiran…

5 hours ago