Categories: BERITA UTAMA

Harus Terdaftar di LTMPT

Uncen Buka Pendaftaran SNMPTN

DR Onesimus Sahuleka

JAYAPURA-Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura mulai membuka pendaftaran mahasiswa baru melalui jalur online. Ada tiga peluang yang  bisa dimanfaatkan oleh calon siswa baru ini. Pertama lewat jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), lalu jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dn terakhir seleksi Mandiri. Namun untuk saat ini Uncen masih membahas soal SNMPTN yang prosesnya sudah dimulai.

Pembantu Rektor I Uncen, DR Onesimus Sahuleka SH M.Hum yang juga sebagai Ketua Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru Uncen ini menyampaikan bahwa untuk kuota SNMPTN  minimal 20 persen dari daya tampung sedangkan SBMPTN minimal 40 persen dan seleksi Mandiri maksimal 30 persen dari daya tampung.

Untuk tahun 2021 ini jalur SNMPTN sudah  dimulai dengan pendaftaran akun lewat Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT). Aksesnya sendiri ada dua, lewat akun sekolah dan akun siswa yang bersangkutan. Disebutkan seleksi SNMPTN ini adalah seleksi siswa berprestasi.

Jadi pertama pihak sekolah harus memastikan sekolahnya terakreditasi dan itu bisa dicek di kementerian lewat Pusdating. Apabila belum terdaftar maka harus dikroscek lagi agar terdaftar di LTMPT. “Jadi sekolah yang sudah terakreditasi dan siswa yang bersangkutan mendaftarkan akunnya dulu. Nah untuk mengetahui apakah  sekolah ini terakreditasi akan disampaikan oleh kementerian. Yang belum terdaftar ini harus berkoordinasi dengan Pusdating agar terdaftar di LTMPT,” jelasnya. Jika sekolah yang pada tahun 2020 sudah memperoleh akun ia bisa menggunakan akun tersebut.

  Lalu setelah terdaftar maka pihak sekolah wajib memasukkan nilai siswa dari semester 1 hingga 5 termasuk melakukan peringkat.  Pendaftaran akun LTMPT sendiri sudah dibuka sejak tanggal 4 Januari hingga  8 Februari pihak Uncen kata Onesimus sudah disosialisasikan lewat Youtube Uncen sejak Desember.

“Kami harap sekolah dan siswa memperhatikan ini sebab jika tak terdaftar maka tidak bisa diterima. Setelah 8 Februari maka sekolah melanjutkan dengan mengisi Pangkalan Data Siswa Sekolah (PDSS). Itu  diberi waktu dari 11 Januari hingga 8 Februari. Jika hingga 8 Februari pihak sekolah tidak mengisi PDSS maka  siswa tersebut tak bisa mendaftar di SNMPTN,” sambung Onesimus.

Setelah mengisi PDSS  dan siswa sudah memiliki akun LTMPT barulah ia mendaftar. “Artinya dengan akun belum tentu ia bisa mendaftar jika PDSS tidak diisi,” tegas mantan pria yang pernah menjadi rektor ini.

Onesimus mengatahan, setelah semua  diilengkapi barulah 15 Februari hingga 24 Februari baik siswa maupun sekolah sudah bisa melakukan pendaftaran dan untuk pengumuman SNMPTN akan dilakukan dilakukan pada 22 Maret 2021. “Setelah itu barulah dilanjutkan dengan SBNMPTN dan seleksi Mandiri,” imbuhnya.

Target mahasiswa baru sendiri lanjut Onesimus masih berada pada daya tampung 4000  yang  nantinya dibagi dengan perincian 20 persennya adalah peserta dari jalur SNMPTN dan 40 persen untuk jalur SBMPTN dan sisanya di jalur Mandiri. “Untuk prioritas kami tetap memprioritaskan anak – anak Papua,” imbuhnya. (ade/nat)

newsportal

Recent Posts

490 Daerah Tak Punya Uang untuk Bayar Gaji ASN

Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…

8 hours ago

Kodam Sebut Kevin Tewas Dalam Laka Tunggal

   Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, mengatakan penyelidikan dilakukan bersama Polres Jayapura…

9 hours ago

Kuasai Abepura, Agenda Demo Harus Terkendali

Kesiapan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolsek Abepura, Kompol Paulus Hilapok. Ia mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian…

10 hours ago

Hotel Boleh Sepi Sekarang, Tapi Jurusan Perhotelan Paling Banyak Diincar Siswa

   Ia menjelaskan, pembelajaran perhotelan di SNK Pariwisata Papua tidak berhenti di ruang kelas. Siswa…

11 hours ago

Yulianto: Banyak Masalah Tanah Belum Tuntas

​Ia mencontohkan salah satu bentuk ketidakberesan pelayanan pertanahan yang tengah ia tangani, seperti permohonan pengembalian…

12 hours ago

Hanya Bermodalkan Rp 500 Ribu, Makanan Basi Terdeteksi Lima Detik.

Dengan modal sekitar Rp 500 ribu, dua siswa kelas sembilan tersebut merancang alat yang dapat…

13 hours ago