Menurutnya, karena gagal membawa Speaker, pelaku kembali masuk dalam Gereja dan berhasil membawa kabur kamera merek Sony yang biasa digunakan untuk siaran ibadah online di YouTube serta dua laptop, merek Asus dan Lenovo, dari bilik multimedia dalam gedung gereja itu.
“Kami baru mengetahui kejadian ini keesokan harinya saat petugas kebersihan menemukan kerusakan dan melaporkan ke pengurus gereja. rasa kecewa dan prihatin atas tindakan tersebut, apalagi pelaku adalah anak muda setempat yang seharusnya memiliki rasa hormat terhadap rumah ibadah.”jelas Doni
Ia juga sangat menyayangkan ada aksi seperti ini dalam gereja. Rasa hormat terhadap gereja sudah mulai hilang, terutama di kalangan anak muda yang mungkin terpengaruh minuman keras. Mereka tidak peduli siapa yang dirugikan, hanya memuaskan diri dalam keadaan mabuk.
“Anak muda sebenarnya penuh kreativitas dan talenta. Mereka bisa hidup dan sukses tanpa harus mencuri. Seorang pencuri tidak pernah puas ia akan terus mengulangi perbuatannya, namun pencurian di tempat ibadah akan membawa kutuk bagi pelaku,” tegasnya.
Selain pencurian barang elektronik, Pendeta Doni juga menceritakan bahwa gereja pernah mengalami beberapa kasus pencurian lain, termasuk mesin air yang sudah dua kali hilang dan sepeda motor miliknya yang pernah dicuri.
Upaya penyelundupan barang terlarang, terutama Narkotika jenis ganja sebelumnya marak diungkap saat diselundupkan lewat jalur…
Sekretaris Daerah Kabupaten Merauke Yermias Paulus Ruben Ndiken kepada wartawan di Merauke menyebut, jumlah tenaga…
Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, menjelaskan bahwa saat hujan deras turun bersamaan dengan pasangnya…
Aturan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Komdigi Nomor 9 Tahun 2026 yang mewajibkan platform seperti…
Tersangka pertama berinisial MM (23) yang diamankan di depan Kantor Gubernur Provinsi Papua, Distrik Jayapura…
Kisah itu kini menjadi perbincangan luas di masyarakat. Banyak yang merasa kehilangan kepercayaan terhadap pelayanan…