Categories: BERITA UTAMA

Hidup di Indonesia Menyiksa Diri, Saatnya Kembali ke Honai Melanesia

JAYAPURA – Aksi memberikan dukungan penuh kepada United Liberation Movement For West Papua (ULMWP) agar menjadi anggota penuh Melanesian Spearhead Group (MSG) juga dilakukan di Kota Jayapura.

Sejak pagi, massa sudah menggelar aksi demonstrasi secara damai di putaran taksi Perumnas III Waena Selasa (22/8) .

Dari Pantauan Cenderawasih Pos, aksi itu ditandai dengan mengibarkan sejumlah bendera di kawasan Pasifik, dan menghiasi tubuh dengan gambar Bendera Binang Kejora, hal ini sebagai dukungan kepada ULMWP agar bisa diterima menjadi anggota penuh di Melanesian Spearhead Group (MSG), di sidang KTT MSG telah mulai di Port Vila, Vanuatu.

Koordinator aksi, Sony Kobak mengatakan pihaknya merupakan satu kesatuan rumpun Melanesia yang berada di kawasan yang sama, sehingga wadah ULMWP bisa menjadi full member dalam forum terbesar rumpun Melanesia yakni MSG.

“Sudah saatnya kami West Papua kembali bergabung ke rumah bersama MSG. Kami sudah tahu jalan tiba di sana, kami akan pergi ke Melanesia untuk selamanya dari negara Indonesia. Kami sudah anggap negara Indonesia adalah orang tua tiri dan sekarang saatnya untuk kita pisah, kami kembali ke MSG,” kata Sony Kobak.

Kobak mengatakan, aksi dukungan ini bukan hanya dilakukan di kota dan kabupaten Jayapura saja, namun aksi serupa juga dilakukan di Wamena Papua Pegunungan.

Menteri Urusan politik Pemerintahan Sementara Bazoka Logo saat menerima aspirasi rakyat Papua yang bakal disampaikan ke pimpinan MSG mengaku, wadah ULMWP merupakan organisasi politik perwakilan bangsa West Papua yang saat ini siap gabung ke MSG.

  Lebih lanjutnya, pihaknya anggap hidup dengan Republik Indonesia sama seperti menyiksa diri sehingga saat ini rakyat Papua saatnya kembali ke honai Melanesia, sebab Papua sudah dewasa sehingga sangat layak menentukan nasibnya sendiri.

“Kami anggap hidup dengan megara ini hanya ada kematian. Negara ini adalah peti mati. Untuk itu West Papua saat kembali ke honai besar yaitu Melanesia,” ucapnya.

Sementara itu aksi demo yang dilakukan sekelompok warga di Jayapura untuk mendukung United Liberation Movement for West Papua masuk ke dalam organisasi Melanesia Spearhead Group dilakukan disejumlah titik. Ada aksi yang dilakukan di wilayah Sentani namun ada juga yang dilakukan di Kota Jayapura.

  Tujuannya adalah merespon ULMWP untuk masuk sebagai anggota MSG. Jika ini terwujud tentunya ada dukungan moril dari pimpinan negara serumpun di asia pacific yang akhirnya memudahkan kelompok yang pro merdeka untuk lebih mudah melakukan aksi – aksi pemisahan diri dari NKRI.

Aksi demo sendiri mulai terlihat pukul 09.00 WIT di Perumnas III Waena kemudian ada juga di Expo dan di Dok V Jayapura. Hanya saja dari demo ini ternyata disesalkan tidak hanya dari pihak kepolisian tetapi juga dari warga khususnya yang memiliki anak sekolah.

Tak sedikit anak – anak yang akhirnya dipulangkan lebih awal atau bahkan diliburkan karena khawatir terjadi apa – apa di jalan. “Tadi diminta dijemput lebih cepat karena ada demo jadi mau tidak mau harus dijemput,” kata salah satu warga saat menjemput anaknya di Dok V, Selasa (22/8). Ia menyampaikan harus segera menjemput sang anak karena memang ada pemberitahuan dari dinas untuk menjemput lebih cepat.

Sementara Wakapolresta Jayapura Kota, AKBP Deni Herdiyana menyampaikan bahwa secara umum aksi demo berjalan lancar. Meski sempat menimbulkan kekhawatiran namun arus lalu lintas saat demo dilakukan tetap normal dan bisa dilalui. Hanya saja disini kata Wakapolres pihaknya menyayangkan bahwa dalam aksi demo ini masih melibatkan anak – anak kecil yang seharusnya bersekolah.

“Ya, tadi kami lihat banyak anak – anak kecil yang dilibatkan. Ini sudah salah sebenarnya karena anak – anak tidak boleh dilibatkan untuk kegiatan  demo. Mereka harusnya sekolah,” beber Deni.

Disampaikan untuk pengamanan ini pihaknya menurunkan 464 personel namun dikatakan setelah siang hari pihaknya meminta para pendemo untuk  segera membubarkan diri dan akihrnya disetujui. “Tadi di anggota memberi informasi bahwa yang di Perumnas III  sudah membubarkan diri lebih dulu dan diikuti yang lain. Bisa dibilang demo kali ini berjalan lancer dan tidak terjadi insiden apa – apa. Kami cuma menyayangkan tadi ada anak – anak saja,” imbuhnya. (oel/ade)

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: PAPUA

Recent Posts

Cerita Bima Ragil Saat Kembali ke Jombang Usai Bela Persipura

Bima Ragil mengatakan, dirinya hanya berada sekitar dua hari di Jombang sebelum kembali melanjutkan aktivitas…

46 minutes ago

BGN Nabire Optimalkan Pelayanan 3B di Triwulan II 2026

Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Nabire, Papua Tengah, fokus mengoptimalkan pelayanan 3B yang mencakup ibu…

2 hours ago

Dari Kopra hingga Udang Laut, Sarmi Diproyeksi Jadi Kekuatan Ekonomi Pesisir Papua

Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, meminta masyarakat terus mengembangkan potensi lokal, khususnya sektor perkebunan kelapa,…

3 hours ago

Polda Papua Mulai Mitigasi Konflik Horizontal di Woma

Dalam rapat tersebut disepakati sejumlah langkah strategis, di antaranya penambahan personel pengamanan, pelibatan tokoh gereja…

4 hours ago

Penanganan Kasus BBM Subsidi oleh Gapoktan Dipertanyakan

‘’Sebenarnya apa yang dilakukan oleh Gapoktan tersebut lebih bisa dipertanggung jawabkan ketimbang Pertamini. Pertamini ini…

5 hours ago

Berkas Lengkap, Tersangka Persetubuhan Terhadap Anak Dilimpahkan ke Jaksa

Penyerahan tersangka bersama barang bukti ke Kejaksaan Negeri Merauke untuk proses selanjutnya, setelah berita acara…

6 hours ago