

Korban Luka akibat penyerangan KKB Pimpinan Bersenjata (KKB) pimpinan Kalenak Murib saat dirawat di RSUD Ilaga Puncak, Kamis (19/6). (foto:Humas ODC)
JAYAPURA-Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Kalenak Murib kembali melakukan aksi kekerasan terhadap warga sipil di Kampung Lambera, Distrik Yugumoak, Kabupaten Puncak, pada Rabu (18/6) sekitar pukul 09.00 WIT. Dalam insiden brutal tersebut, tiga orang dilaporkan meninggal dunia dan empat lainnya mengalami luka-luka serta sedikitnya 11 honai dibakar.
Warga yang selamat terpaksa mengungsi ke distrik terdekat, seperti Distrik Megeabume dan Distrik Sinak, demi menyelamatkan diri dari kemarahan Kalenak. Tim gabungan dari Polsek Sinak dan Satgas Operasi Damai Cartenz telah dikerahkan ke lokasi kejadian untuk mengevakuasi para korban serta menghimpun keterangan dari saksi mata.
Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol. Faizal Ramadhani, mengecam keras tindakan biadab yang dilakukan oleh kelompok bersenjata tersebut. Ia menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan yang tidak dapat ditoleransi.
“Ini adalah aksi biadab yang menyasar warga sipil tak berdosa. Operasi Damai Cartenz akan terus mengejar dan menindak tegas para pelaku sesuai hukum yang berlaku,” tegas Brigjen Faizal.
Lebih lanjut, Faizal mengungkapkan bahwa penyerangan tersebut diduga dipicu oleh persoalan pribadi. Kalenak Murib dikabarkan naik pitam setelah mengetahui istri ketiganya berselingkuh dengan salah satu anak buahnya berinisial MW. Kalenak bersama 23 anak buahnya dilaporkan memasuki Kampung Lambera pada Selasa (17/6) sekitar pukul 16.00 WIT.
Page: 1 2
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, dr. Anton Mote, mengatakan Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura terus memperkuat…
Banyak anak muda akhirnya hanya membawa map lamaran dari satu kantor ke kantor lain tanpa…
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Kawasan Bandara Sentani IPTU Wajedi, didampingi Kanit Binmas AIPTU…
Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) menggelar tatap muka bersama para wajib pajak…
Setelah melewati satu musim penuh kompetisi, Arthur akhirnya merasakan langsung bagaimana atmosfer sepak bola di…
Kepala Komnas HAM Papua, Frits Ramandey menilai peristiwa tersebut sebagai dugaan pelanggaran hak asasi manusia…