Categories: BERITA UTAMA

Reses ke Senggi, MRP Temukan Keluhan Soal Tambang Emas Ilegal

KEEROM – Anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua, Kelompok Kerja (Pokja) Perempuan, Naomi Sumel kembali melakukan reses atau menjaring aspirasi masyarakat di Kampung Waley dan Molof, Distrik Senggi, Sabtu (19/7).

Dalam reses yang ke-4 kalinya ini, Naomi mendegar langsung aspirasi dari masyarakat dua kampung tersebut. Kabanyakan mengeluh soal ruas jalan, masalah air bersih, pembinaan UMKM.

Namun tak sedikit masyarakat yang juga mengeluhkan keberadaan perusahan-perusahan kayu serta tambang emas ilegal di kampung mereka.

Sekretaris Distrik Senggi, Alex Negei mengatakan bahwa kehadiran anggota MRP yang didampingi oleh Ketua Dewan Adat Keerom, Laurens Borotian memberikan angin segar bagi Distrik Senggi khususnya Kampung Walay dan Molof.

Ia berharap MRP dan DAK bisa mengecek ulang perijinan perusahan-perusahan yang beroperasi di dua kampung tersebut. Termasuk maraknya tambang emas ilegal di Kampung Walay.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Recent Posts

Dana Perawatan Nihil, Venue PON Papua Mulai Rusak

  Ia menjelaskan, venue peninggalan PON yang berada di bawah pengelolaan Pemprov Papua tersebar di…

9 hours ago

10 Personel Luka-Luka dan 1 Unit Mobil Warga Rusak

  Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, menegaskan bahwa pengamanan kegiatan penyampaian pendapat…

11 hours ago

Dari Rasa Gabut  dan Tanpa Kursus Khusus Bisa Hasilkan Karya Tepat Guna

Tiga siswa Sekolah Negeri Khusus (SNK) Pariwisata Papua, Juan Omar, Dhafin Khairan Abuhari dan Jeskhiel…

12 hours ago

Ribuan Warga Binaan Dapat Remisi, 36 Orang Langsung Bebas

   Dari total penerima tersebut, sebanyak 1.970 orang memperoleh Remisi Umum I (pengurangan masa pidana…

13 hours ago

Kemerdekaan Harus Dirasakan Rakyat Papua

   Ketua DPD PDI Perjuangan Papua, Benhur Tomi Mano (BTM), mengatakan kemerdekaan Indonesia tidak boleh…

14 hours ago

Beda Versi Polisi dan Mahasiswa

   Di satu sisi, Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Fredrickus W.A. Maclarimboen secara tegas membantah…

15 hours ago