Kelompok ini juga menjaga rapat privasinya, karena alasan pekerjan dan keluarga. Sebab, ada diantara anggota LGBT ternyata sudah berkeluarga dan sebagian memang masih lajang. Epaienetus Wuryanto menjelaskan alasan akhirnya terjerumus hingga kini masih tertutup.
“Mereka sangat tertutup karena berkaitan dengan pekerjaan dan lingkungan keluaranya. ‘Kalau waria sangat terbuka. Tapi kalau gay ini sangat tertutup. Mereka mau terbuka setelah diketahui positif HIV. Disitulah baru dia terbuka kalau selama ini berhubugan dengan sesama jenis,’’ jelasnya.
Apalagi lanjutnya, sasaran dari gay tersebut adalah anak-anak remaja mulai SMP dan SMA. ‘’Ada tiga tingkatan, yunior, senior dan paling senior. Nah, yang yunior ini belum tahu apa-apa. Tapi setelah merasa nyaman, merasa nikmat dan merasa dibiayai dan mendapat perhatian akhirnya keterusan dan berlanjut menjadi gay,’’ terangnya.
Berkaitan dengan itu, Epaienetus Wuryanto, mengimbau dan mengharapkan kepada orang tua untuk memperhatikan anak-anak mereka terutama saat menginjak remaja dan dewasa. Jangan sampai terjerumus dalam komunitas tersebut. (ulo/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Menurut Dr. Methodius Kossay, data OAP yang akurat dan valid memang sangat krusial dalam menentukan…
Wakil Ketua I TP PKK Kabupaten Jayapura Anitha Hening Yocku dalam keterangannya di Jayapura, Kamis,…
"Generasi muda Papua adalah aset penting bangsa. Kita semua memiliki tanggung jawab bersama untuk membimbing,…
Kapolres Jayapura, AKBP Dionisius V.D.P Helan, memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) selama perayaan…
Menjelang perayaan Hari Raya Trisuci Waisak, umat Buddha di Kota Jayapura mulai sibuk bersiap. Vihara…
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Papua mendistribusikan bantuan logistik ke Kabupaten Mamberamo Raya mengantisipasi…