Categories: BERITA UTAMA

Batas Wilayah Adat Masih Jadi Polemik, Respon MRP Ditunggu

Seperti diketahui, dalam kegiatan tatap muka ini berbagai persoalan disampaikan oleh masyarakat yang hadir diantaranya masalah tanah adat yang sering menuai konflik berkepanjangan hingga saat ini sulit untuk dituntaskan akibat saling klaim antar suku sebagai pemilik yang berada di wilayah adat kota Jayapura.

Tak hanya itu adapun situasi sosial menjadi isu krusial diwilayah kota Jayapura yang menjadi topik utama dalam pertemuan itu yakni narkoba yang kian hari makin marah karena penggunanya adalah usia produktif dan hal ini berbahaya bagi kelangsungan hidup masa depan generasi muda Papua.

Tatap muka ini juga membahas tentang pendidikan dan hak-hak dasar orang asli Port Numbay yang terabaikan oleh pemerintah daerah di era sebelumnya karena banyak warga dari luar yang masuk ke Jayapura dan terus mencaplok sektor di daerah adat Tabi.

Kegiatan ini juga kata Nerlince sebagai bentuk persiapan masyarakat adat di 10 kampung untuk menyambut kedatangan walikota Jayapura dalam kegiatan tour kampung nantinya.

“Saya sendiri yang menjadi utusan masyarakat adat yang hari ini sebagai Majelis Rakyat Papua merasa bertanggung jawab untuk mempersiapkan masyarakat di kampung-kampung untuk menyambut bapa walikota agar bagaimana mereka berperan aktif untuk menyampaikan hal-hal yang selama ini digumuli di tengah-tengah masyarakat di masing-masing kampung,” ujarnya.

Karena itu ia berharap masyarakat dapat menyampaikan masalah dan keluhan apa yang mereka hadapi selama ini dapat disampaikan langsung kepada walikota Jayapura dalam kunjungannya nanti ke kampung-kampung.

“Selam ini kami banyak menerima aspirasi masyarakat tapi kami mau sampaikan kemana atau ke siapa, syukur hari ini walikota Jayapura adalah seorang ondoafi, ayo mari kita bicara,” ucapnya.

Ungkapnya isu yang pertama dan sering terjadi di Kota Jayapura selama ini adalah pemetaan wilayah tanah adat, banyak masalah antara kampung, bahakan antara suku dalam satu kampung itu juga terjadi.

Karena itu Nerlince mempertanyakan kebijakan-kebijakan yang dilakukan pemerintah selama ini dalam melindungi hak masyarakat ada di port numbay. Dirinya pun sangat menyayangkan oknum masyarakat yang membuka lahan secara ilegal tanpa sepengetahuan pemilik ulayat. (kar/ade)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Selalu Dapat Untung Ketika Persipura Main, Tapi Saat Kericuhan Menimbulkan TraumaSelalu Dapat Untung Ketika Persipura Main, Tapi Saat Kericuhan Menimbulkan Trauma

Selalu Dapat Untung Ketika Persipura Main, Tapi Saat Kericuhan Menimbulkan Trauma

Suasana di sekitar Stadion Lukas Enembe selalu berubah menjadi lebih hidup setiap kali pertandingan Persipura…

1 day ago

Diminta Kerja Lebih Maksimal, Hasil Monitoring Harus Jadi Bahan Evaluasi Semua OPD

Wali Kota Jayapura Abisai Rollo menegaskan kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah…

1 day ago

Edarkan Tramadol Ribuan Butir, Seorang Pemuda Bekuk

Edarkan Tramadol yang diketahui masuk dalam jenis obat keras ribuan butir atau tepatnya sebanyak 1.721…

1 day ago

Banyak Perusahaan Diduga Langgar Hak Pekerja, Disnaker Kesulitan Bertindak Karena Karyawan Tak Berani Melapor

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Jayapura, Djoni Naa, mengungkapkan masih banyak oknum perusahaan di…

1 day ago

Polisi Tetapkan 9 Tersangka Kerusuhan di Stadion LE

Dari hasil perkembangan 32 orang telah diamankan di Mapolres Jayapura, dari jumlah tersebut sembilan orang…

1 day ago

Presiden Bantu 10 Sapi Kurban, Berat di Atas 800 Kg

Plh Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Papua, Irene Pagawak mengatakan seluruh sapi bantuan presiden…

1 day ago