Ia mengingatkan bahwa Kemendagri sebelumnya telah menyatakan akan mengevaluasi APBD didaerah untuk mengidentifikasi pos-pos tidak efisien, seperti perjalanan dinas atau pengadaan kendaraan dinas. “Tafsiran Kemendagri menunjukkan ada ruang untuk efisiensi. Namun, prioritas tetap pada pendidikan, kesehatan, dan ekonomi kerakyatan,” tambahnya.
Sebagai alternatif, Anangkota mengusulkan skema sharing anggaran antara pemerintah daerah dan pusat. “Dana PSU bisa dibagi sesuai kemampuan masing-masing. Daerah tidak perlu terbebani penuh, sementara proses Pilkada tetap berjalan lancar agar pusat bisa fokus pada program prioritas lainnya,” paparnya.
Ia juga mengingatkan ada opsi penggunaan APBN jika daerah tidak mampu membiayai PSU. “Kemendagri pernah menyatakan bahwa daerah yang tidak sanggup bisa menggunakan APBN. Ini perlu diklarifikasi lebih lanjut,” pungkasnya.(roy/tri).
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Namun di balik rutinitas itu, tak ada yang menyangka bahwa hari itu akan menjadi berbeda.…
Di depan sebuah masjid di kawasan Kodam, dua perempuan lanjut usia duduk bersandar. Di sekeliling…
Pj Sekda Kabupaten Jayawijaya Drs. Tinggal Wusono, M.AP menyatakan enam prioritas kebijakan pemerintah kepada peningkatan…
Pertempuran memperebutkan takhta juara melawan Persipuncak Puncak Cartenz berlangsung sengit sejak menit awal. Kedua tim…
Pelatih kepala Persipura, Rahmad Darmawan memberikan apresiasi tinggi bagi pemain yang disebut-sebut sebagai masa depan…
Pendekatan strategis yang dilakukan oleh pemerintah daerah adalah dengan mengoptimalkan pemanfaatan lahan produktif maupun lahan…