Ia mengingatkan bahwa Kemendagri sebelumnya telah menyatakan akan mengevaluasi APBD didaerah untuk mengidentifikasi pos-pos tidak efisien, seperti perjalanan dinas atau pengadaan kendaraan dinas. “Tafsiran Kemendagri menunjukkan ada ruang untuk efisiensi. Namun, prioritas tetap pada pendidikan, kesehatan, dan ekonomi kerakyatan,” tambahnya.
Sebagai alternatif, Anangkota mengusulkan skema sharing anggaran antara pemerintah daerah dan pusat. “Dana PSU bisa dibagi sesuai kemampuan masing-masing. Daerah tidak perlu terbebani penuh, sementara proses Pilkada tetap berjalan lancar agar pusat bisa fokus pada program prioritas lainnya,” paparnya.
Ia juga mengingatkan ada opsi penggunaan APBN jika daerah tidak mampu membiayai PSU. “Kemendagri pernah menyatakan bahwa daerah yang tidak sanggup bisa menggunakan APBN. Ini perlu diklarifikasi lebih lanjut,” pungkasnya.(roy/tri).
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
dr. Beeri I.S. Wopari, M.Kes., mengatakan data tersebut mencakup warga yang mendapat pelayanan kesehatan, baik…
Ribuan objek yang berhasil dipulangkan mencakup, sekitar 1.000 unit artefak kehidupan sehari-hari dan ritual,…
Ia mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kabupaten Jayapura, tenaga kesehatan, TNI-Polri, serta masyarakat yang bergerak menangani…
Aksi pembakaran ban dan penutupan jalan dengan batang kayu ini dilakukan sebagai bentuk protes keras…
Rama mengatakan BGN akan melakukan evaluasi total terhadap pelaksanaan MBG menyusul dua kejadian dugaan keracunan…
Direktorat Jenderal Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi Kementerian Transmigrasi (Kementrans) bersama Pemerintah Provinsi Papua Selatan…