Categories: BERITA UTAMA

Tidak Perlu Merespon Tawaran Proposal TPNPB-OPM

JAYAPURA-Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TNPB-OPM) mengajukan proposal pembebasan Pilot Susi Air, Marten Philips beberapa hari lalu dan telah dipublish ke beberapa media sosial. Menurut Ketua DPC Peradi Suara Advokat Indonesia Kota Jayapura, Dr. Anthon Raharusun, permintaan tersebut tidak perlu direspon.

Pasalnya ini sebagai bentuk komitmen negara menolak atas tindakan TPN-OPM dalam memperjuangkan ideologi Papua Merdeka seperti yang mereka dengungkan selama ini.

“Kalau sampai negara merespon, maka sama halnya negara mengakui perbuatan TNPB-OPM selama ini,” kata Anthon Raharusun di Jayapura, Kamis (19/9).

Diapun mengatakan tawaran tersebut menunjukan bahwa tindakan TNPB-OPM selama ini tidak merepresntasikan perjuangan mereka tentang ideologi Papua merdeka, namun lebih berorientasi pada bisnis.

Hal inipun menciderai perjuangan TPN – OPM sendiri untuk mencapai sebuah cita-cita tentang Papua Merdeka.

“Dari sini kita bisa baca, bahwa perjuangan OPM selama ini hanya sebuah ilusi untuk mencari uang,” singgungnya.

Dikatakan pembebasan Pilot Susi Air, memang penting dilakukan, sebab tidak hanya dilihat sebagai seorang diri.

Namun lebih kepada harkat dan martabatnya sebagai manusia. Selain itu pembebasan pria asal Selandia Baru tersebut bagian penting dalam menjaga citra bangsa Indonesia di mata dunia.

“Akan tetapi tidak dengan menyepakati seperti ini, negara harus punya prinsip bahwa kita bisa bebaskan Pilot Susi Air dengan cara kita sendiri,”  tandasnya.

Lebih lanjut Pengajar Program Pascasarjana Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Biak Papua mengatakan tawaran tawaran semacam itu sangat riskan terhadap citra suatu bangsa. Bila negara mengikuti maka TNPB akan semakin mengeliat dengan tindakanya yang justru tujuannya bukan untuk mencapai cita-cita tentang Papua Merdeka, namun dijadikan sebagai ladang bisnis.

“Kalau sampai negara respon, maka itu menandakan negara gagal dalam menjamin keamanan rakyatnya,” tegasnya.

Terlepas dari pada itu negara juga diminta tidak bertele-tele membebaskan Pilot Susi Air yang sudah lama didekam oleh TNPB-OPM. Sebab bagimanapun juga dia (Pilot-red) memiliki keluarga  tapi juga yang tidak kala penting ada nilai kemanusiaan yang mesti diperjuangkan.

“Apalagi pilot ini orang luar negeri yang tidak tau soal politik indonesia, sehingga kita berharap negara harus serius membebaskan Pilot ini,” tutup Anthon. (kar/ade)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Recent Posts

Kendalikan Inflasi, Gubernur Instruksikan Enam Langkah

Enam langkah itu meliputi pelaksanaan operasi pasar murah secara berkala untuk menjaga keterjangkauan harga, inspeksi…

52 minutes ago

Wali Kota Terima Aspirasi 314 K2 Asli Port Numbay

Pertemuan berlangsung penuh harapan dan suasana emosional, karena para tenaga K2 asli Port Numbay merasa…

2 hours ago

Komnas HAM Tolak Draft RUU HAM

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyatakan penolakan tegas terhadap draft Rancangan Undang-Undang Hak…

3 hours ago

Warga Tak Perlu Lagi Bolak-Balik ke Pengadilan Untuk Sidang Adminitrasi Kependudukan

Terobosan baru yang dihadirkan Pemerintah Kota Jayapura melalui Disdukcapil bekerja sama dengan Pengadilan Negeri (PN)…

4 hours ago

Bentuk Staf Khusus Adat, Wali Kota Libatkan Para Ondoafi

Menurut Abisai Rollo, keberadaan para Ondoafi memiliki posisi yang sangat penting karena mereka merupakan pemilik…

5 hours ago

OAP Harus Jadi Pusat Utama Pembangunan

Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak cukup hanya dilihat dari besarnya proyek nasional maupun investasi yang masuk,…

6 hours ago