Categories: BERITA UTAMA

Defisit Rp339,6 Miliar di APBD Perubahan 2025 Ditutup Silpa 2024

JAYAPURA-DPR Papua menggelar pembukaan Rapat Paripurna dalam rangka pembahasan Rancangan Peraturan Daerah Provinsi Papua tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025, di Gedung Paripurna DPRP, Kamis (18/9).
Rapat dipimpin Ketua DPRP Denny H. Bonai didampingi para wakil ketua, serta dihadiri Pj Sekda Papua Suzana Wanggai yang mewakili Pj Gubernur Papua.

Dalam sambutannya, Denny Bonai menjelaskan pembahasan perubahan APBD ini dilakukan sesuai amanat Pasal 161 ayat (2) PP Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. Perubahan APBD dapat dilakukan apabila terdapat perkembangan yang tidak sesuai asumsi Kebijakan Umum Anggaran, adanya pergeseran antarunit organisasi, penggunaan sisa lebih perhitungan anggaran tahun sebelumnya, maupun kondisi darurat.

Selain itu, terbitnya Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 tentang efisiensi anggaran dan kebutuhan tambahan dana untuk pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di Papua turut menjadi dasar dilakukannya penyesuaian.

“Pemerintah daerah telah melakukan realokasi dan penyesuaian lintas unit organisasi agar program prioritas dan kebutuhan PSU dapat berjalan lancar,” ujar Denny.

Dalam Raperda Perubahan APBD 2025, pendapatan daerah turun sebesar Rp172,7 miliar, dari Rp2,58 triliun menjadi Rp2,40 triliun.

Sementara belanja daerah naik Rp167,4 miliar, dari Rp2,76 triliun menjadi Rp2,93 triliun. Kondisi ini membuat APBD mengalami defisit Rp339,67 miliar. Defisit tersebut ditutup melalui pembiayaan daerah dengan memaksimalkan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) 2024 sebesar Rp481,08 miliar ditambah pencairan dana cadangan Rp44 miliar. Dengan demikian, penerimaan pembiayaan naik menjadi Rp525,08 miliar.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Keluhkan Kecilnya DAU dan ASN yang Enggan Pindah

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri menyebut efisiensi anggaran bagi pemerintah daerah masih berlanjut pada 2027. Para…

20 hours ago

Sanksi Jangan Berhenti di Administratif

Merespon terkait dengan itu, ​Pengamat Kebijakan Publik Papua, Dr. Methodius Kossay, menyatakan bahwa tindakan suspend…

21 hours ago

TNI Tak Gentar Ancaman OPM

Penegasan tersebut disampaikan menyusul adanya pernyataan dari kelompok yang mengatasnamakan TPNPB yang mengancam akan menggagalkan…

2 days ago

Gubernur: Koreksi Total, Jangan Terulang Lagi!

  Fakhiri mengatakan, kejadian serupa sebenarnya pernah terjadi di sejumlah daerah. Namun, khusus untuk Papua,…

2 days ago

Utang Negara Capai Rp 10.000 Triliun

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan posisi utang pemerintah sebesar Rp10.000 triliun hingga pertengahan 2026 masih terkendali…

2 days ago

Dana Otsus Bukan untuk Operasional dan Belanja Kantor!

Gubernur Papua Pegunungan Dr. (HC) Jhon Tabo, SE, M.B.A menyatakan penggunaan dana otsus saat ini…

2 days ago