Categories: BERITA UTAMA

ULMWP Menyeruhkan Masyarakat Internasional Melihat Krisis Kemanusiaan di Papua

JAYAPURA – United liberation Movement For West Papua ( ULMWP)  Menyerukan kepada masyarakat internasional agar memberikan  perhatian serius dalam menyelesaikan konflik dan krisis kemanusiaan yang sedang  terjadi di West Papua.

Direktur Eksekutif ULMWP Markus Haluk melalui rilisnya kepada Cenderawasih Pos, mengatakan bahwa, Sejak terjadinya penyanderaan terhadap Capt. Philips Marthen, seorang Pilot berkebangsaan Selandia Baru, pada 7 Maret 2023 oleh TPNPB Tentara Pembebasan  Nasional Papua Barat (TPNPB) di Kabupaten Nduga, telah memicu ketegangan yang meluas di  wilayah Pegunungan Tengah Papua Barat.

  Ia mengatakan pemerintah Selandia Baru mendorong upaya  pembebasan secara damai, namun pihak militer Indonesia terus mendesak agar digelar  operasi militer untuk membebaskan sandera. TPNPB menyampaikan bahwa melalui aksi penyanderaan, mereka ingin menarik perhatian internasional atas krisis  kemanusiaan yang sedang terjadi, sekaligus meminta dunia internasional mengakui  kemerdekaan politik Papua Barat yang telah diduduki Indonesia sejak 1 Mei 1963.

  “Proses negosiasi pembebasan sandera sedang diupayakan, namun TPNPB tidak ingin ada campur tangan pemerintah Indonesia dalam proses pembebasan sandera. Dalam sepekan terakhir, telah terjadi konflik bersenjata antara TPNPB dan militer  Indonesia di Kabupaten Puncak Papua, Intan Jaya, Jayawijaya dan Yahukimo,” katanya.

  Haluk mengatakan, sejak 2018 konflik bersenjata telah menyebabkan lebih dari 67.000 warga sipil yang berada di wilayah konflik meliputi kabupaten Intan Jaya, Nduga, Puncak Papua, Puncak Jaya, Yahukimo, Pegunungan Bintang dan Maybrat, meninggalkan kampung mereka untuk mencari perlindungan ke wilayah lain.

  “Sejak dua hari lalu 16 Maret di kota Dekai,  Kabupaten Yahukimo, pemerintah lokal dan militer Indonesia mulai mengevakuasi penduduk migran dari Indonesia menggunakan pesawat Cargo militer. Sementara  penduduk asli Yahukimo tidak dievakuasi dari kota Dekai,” katanya.

  Sementara itu, Daniel R, Kepala Biro Hukum dan HAM ULMWP juga mengatakan untuk itu ULMWP menilai, upaya pengungsian warga migran adalah bagian dari persiapan militer Indonesia untuk menggelar operasi militer secara penuh, dan berpotensi menimbulkan pelanggaran hak asasi manusia (HAM).

 “Ketika Indonesia menggelar Operasi Militer di wilayah West Papua, mereka tidak memperdulikan hukum humaniter internasional. Mereka akan merusak fasilitas sipil  seperti Gereja, Sekolah dan Klinik Kesehatan, membakar rumah masyarakat,  membakar kebun dan membunuh ternak milik masyarakat, menangkap warga sipil, bahkan membunuh warga sipil yang dicurigai sebagai anggota TPNPB,” kata Daniel.

  Mengatakan menyikapi situasi yang sedang terjadi saat ini di West Papua, Markus Haluk selaku Direktur Eksekutif ULMWP di West Papua juga menambahkan dengan meminta Organisasi  regional seperti Pacific Islands Forum dan African Caribbean Pacific, telah  menyerukan Dewan HAM Perserikatan Bangsa Bangsa agar segera mengirimkan Komisioner Tinggi HAM PBB untuk meninjau situasi HAM di Papua Barat.

”ULMWP menyerukan kepada masyarakat internasional agar mendesak pemerintah Indonesia segera menghentikan segala bentuk kejahatan kemanusiaan yang dilakukan di Papua Barat, dan membawa penyelesaian konflik Papua Barat melalui mekanisme  internasional yang secara bermartabat dengan menjunjung tinggi prinsip-prinsip kemanusiaan,” katanya.

ULMWP juga menyerukan Lanjut Markus Haluk agar masyarakat dan komunitas Melanesia, Pacifik,  Afrika, Karibia dan internasional supaya melakukan aksi nyata melalui doa dan kerja bersama dalam menyelesaikan konflik yang telah berlangsung selama enam decade, demi mewujudkan keadilan, perdamaian serta kemerdekaan dan kedaulatan Politik Bangsa Papua Barat, (oel).

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: KKBPAPUA

Recent Posts

Ramai Pastikan Persipura Siap Promosi ke Liga 1

Menurut Ramai, program latihan yang telah dijalani tim, baik saat pemusatan latihan di Jayapura maupun…

2 hours ago

Lagi, Kapal Nelayan  Indonesia Ditangkap Otoritas PNG

Otoritas Perikanan Nasional Papua Nugini (National Fisheries Authority/NFA) bersama Imigrasi Papua Nugini kembali menangkap kapal…

3 hours ago

Pengamanan di Lokasi Pengungsian Diperketat

Pemerintah Kota Jayapura akan memperketat pengawasan di lokasi pengungsian warga terdampak kebakaran di Kelurahan Mandala,…

4 hours ago

Cek Langsung Siswa di Pengungsian, Galang Bantuan Sukarela dari Orang Tua Murid

Polres Merauke bersama Densus 88 Antiteror memperkuat sinergi dalam upaya mencegah penyebaran paham radikalisme dan…

5 hours ago

152.319 Anak di Papua Tercatat Tidak Sekolah

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua, Marthen Medlama mengatakan data tersebut perlu divalidasi terlebih dahulu untuk…

6 hours ago

Boaz Dukung Peminjaman Markus ke PSS Sleman

Pemain senior sekaligus legenda Persipura Jayapura, Boaz Solossa, memberikan dukungan penuh atas langkah klub meminjamkan…

7 hours ago