

Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa (FOTO SETKAB)
JAYAPURA – Statemen Gubernur Papua Tengah (Pateng) Meki Fritz Nawipa saat bertemu dengan menteri dalam negeri (Mendagri) beberapa hari lalu menimbulkan pro kontra. Pasalnya dari pernyataan yang disampaikan di depan Mendagri ini Meki Nawipa mengutarakan hal yang agak jarang dibuka di publik.
Dalam potongan video yang beredar di berbagai media sosial, Meki Fritz Nawipa menyinggung terkait perjuangan kemerdekaan Papua dan Provinsi Aceh. “Kalau Aceh minta kemerdekaan itu karena ekonomi saja, kita ini (Papua) minta merdeka betul-betul minta merdeka,” ucap Meki dalam video tersebut.
Menanggapi itu, Dosen Hukum Tata Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Cenderawasih (Uncen) Lily Bauw menyebutkan bahwa, pernyataan ini penting sebagai peringatan politik, namun perlu ditempatkan secara jernih agar tidak terjebak pada perdebatan istilah semata.
“Mengenai pemangkasan dana otonomi Otonomi khusus (Otsus), patut dibaca sebagai sinyal serius bahwa relasi fiskal antara pusat dan Papua kembali berada pada titik rawan. Pernyataan ini penting sebagai peringatan politik,” kata Lily kepada Cenderawasih Pos, via telepon, Rabu (17/12).
Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Fredrickus W. A. Maclarimboen melalui Kasat Resnarkoba Polresta Jayapura…
Sebelas SPPG yang disuspend karena persoalan IPAL berada di Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten…
“Setiap kegiatan atau program, khususnya pembinaan dan penyaluran bantuan, baik berupa dana maupun alat…
PT PLN Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat (UIWP2B) menyebut jarak aman pemasangan…
Dijelaskan, selama ini, aktivitas parkir terus meningkat seiring bertambahnya kendaraan dan berkembangnya pusat-pusat perdagangan, perkantor
Bupati Jayapura Yunus Wonda sebelumnya telah menerbitkan imbauan agar peringatan HUT ke-81 RI tidak hanya…