

Pj Gubernur Apolo Safanposaat mendampingi Menteri Investasi Bahlil Lahadalia saat meninjau investasi tebu di Merauke beberapa waktu lalu (foto:Sulo/Cepos)
MERAUKE– Pemerintah Pusat telah memberikan atensi terhadap masalah pengrusakan hutan yang disuarakan oleh masyarakat adat Awyu di Kabupaten Boven Digoel. Bahkan menjadi viral lewat media sosial dengan hastag All Eyes on Papua.
Pj Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo menjelaskan bahwa masalah yang terjadi di Kabupaten Boven Digoel tersebut terutama dengan viralnya hastag All Eyes on Papua, membuat Pemerintah Pusat memberi atensi terhadap masalah tersebut.
‘’Bapak Menteri juga sudah menanyakan kepada kami karena ini sudah menjadi atensi pemerintah pusat terutama dengan viralnya hastag All eyes on Papua sehingga beliau meminta keterangan dan kami sudah sampaikan kepada beliau bahwa kami sudah bertemu dengan masyarakat dan sudah mendapatkan sedikit informasi berkaitan dengan permasalahan yang terjadi,’’ kata Apolo Safanpo menjadi pertanyaan Cenderawasih Pos di Merauke, Minggu (16/6).
Mantan Rektor Uncen ini menjelaskan bahwa pihaknya telah membuat surat undangan dan mengundang sejumlah perusahaan tersebut di Kabupaten Boven Digoel. Surat undangan pertemuan itu akan dilakukan di Asiki, Distrik Jair, Kabupaten Boven Digoel, Rabu (19/6) besok.
‘’Nanti Selasa malam bapak ke sana. Kemudian bermalam dan Rabu pagi kita melakukan pertemuan untuk meminta keterangan agar kita mendapatkan informasi yang benar. Fakta-fakta lapangan yang valid agar kita bisa memberikan kesimpulan yang benar pula. Setelah mendengar pihak perusahaan, kemudian kita mencoba mempertemukan (dengan masyarakat adat,red) supaya kita mencari solusi bersama,’’ katanya.
Disinggung apakah perusahaan-perusahaan tersebut sudah operasional atau belum, Pj Apolo Safanpo mengatakan dirinya belum tahu secara pasti. Karena masih simpang siur.
“Karenanya kita akan cek lapangan dan kalau perlu kita akan cek dokumen-dokumennya supaya kita tidak hanya dengar secara lisan informasi seseorang tapi kita bisa melihat bukti-bukti otentitas secara valid supaya kita bisa mnegambil kebijakan yang tepat,’’ tandasnya. (ulo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Menggunakan Rigid Bouyancy Boat (RBB) 600 PK, tim menyisir perairan Puriri sejauh 11 mil laut…
Rekianus mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Port Moresby…
Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Mimika menetapkan satu orang tersangka dalam kasus dugaan penipuan lowongan…
Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Mimika mencatat tren penyalahgunaan narkotika kini marak menyasar kalangan pelajar…
Kerja sama tersebut melibatkan Kementerian Kesehatan, 14 rumah sakit rujukan nasional, Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan,…
Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 00.30 WIT. Piket Satreskrim menerima laporan mengenai terbakarnya rumah milik…