Categories: BERITA UTAMA

Pdt. Petrus: Pro Kontra DOB adalah Hal yang Biasa

JAYAPURA-Pro kontra pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) Provinsi Papua dianggap menjadi hal yang lumrah terjadi. Namun perlu diingat dan disikapi secara positif bahwa hal tersebut adalah salah satu rencana Tuhan untuk Tanah Papua.

   Hal ini disampaikan Ketua I Persekutuan Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Provinsi Papua Pendeta Petrus Bonyadone, kepada Cenderawasih Pos, Minggu (17/4)

  “Apa yang muncul hari ini, soal pro kontra DOB menurut kami dari gereja, bahwa satu yang pasti jika itu yang Tuhan kehendaki maka itu sudah.Tuhan berkeinginan bahwa ada pemerataan kesejahteraan di tanah Papua, dan lewat Pemekaran itulah, Tuhan mau masyarakat Papua sejahtera,” ucap Pdt. Petrus.

  Menurutnya, jika Pemekaran Provinsi Papua benar terwujud, maka akan memperpendek rentang kendali dengan wilayah-wilayah yang notabene selama ini ada yang tersiolir dan jauh dari jaungkauan pembangunan, karena geografis.

  “Perlu disadari, kalau ini benar terjadi, maka rentang kendali yang selama ini jauh maka bisa menjadi dekat, karena geografis Papua seperti ini. Kalau Pemekaran terjadi maka daerah-daerah yang terisolir bisa terbuka, dan saya melihat akan ada konsentrasi dari masing-masing provinsi itu nantinya untuk membangun wilayah adatnya masing-masing,” tuturnya.

   Dijelaskan, soal Pemekaran Papua sudah ada sejak jaman dahulu, dengan kajian mendalam hingga pendekatan wilayah adat diberlakukan.  “Bukan baru sekarang, jadi sudah sejak dulu, dan para pendahulu sudah berpikir akan Pemekaran, dan dilakukan dengan kajian yang mendalam. Pendekatan culture masing-masing wilayah adat sudah ditetapkan oleh pendahulu, ada 7 wilayah adat di Papua dan Papua Barat,” ujarnya

   Sementara, untuk menyikapi soal Pemekaran DOB, maka perlu semua pihak berfikir positif, karena inti dari Pemekaran tersebut adalah Kesejahteraan masyarakat. “Dan jujur saja teman-teman di legislatif dan eksekutif menghendaki adanya pemekaran, karena mereka melihat dari sisi positifnya. Karena mereka memang melihat ada daerah-daerah yang terisolir, pendidikan, kesehatan yang masih jauh dari standar, sehingga jika Pemekaran terjadi maka akan ada pendekatan khusus untuk menyentuh daerah-daerah itu,” ucapnya.

   Tuhan, kata Pdt. Petrus, berkehendak pada seluruh umatnya agar umatnya menjadi sejahtera dalam iman, sehingga ini adalah waktu Tuhan. “Kita sekarang ini berjalan dengan waktu, sehingga kalau tidak dimanfaatkan dengan baik, maka waktu dan kesempatan yang Tuhan kasih itu kapan lagi. Istilahnya kalau bukan sekarang kapan lagi. Saya melihat seperti itu, sebagai pimpinan gereja ya Tuhan mengasihi semua umatnya. Kita selalu berdoa , dan kalau Tuhan berkehendak, maka tidak ada yang mustahil bagi Tuhan,” jelasnya.

   Sebagai pemimpin gereja, dirinya juga berpesan agar seluruh umat menjaga kedamaian di Tanah Papua. “Ini adalah hari-hari penting untuk Tuhan, dan Tuhan tidak membeda-bedakan atas kedamaian umatnya, dan pesan pentingnya adalah bahwa umat Kristen dimanapun berada harus mengedepankan kedamaian seperti yang diperintahkan oleh Tuhan. Sehingga kita harus menjaga sikap toleransi dengan teman, sahabat dan umat lain. Kita juga harus menghargai dan menjaga umat muslim yang melaksanakan ibadah puasa,” imbuhnya.

  “Pesan saya, mari kita jaga Papua ini sebagai tanah yang damai, yang bisa kita wujudkan dengan saling menghormati dan menghargai sesama umat Tuhan,” tandasnya. (Rhy/tri)

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: OTSUS

Recent Posts

Tuntutan 13 Tahun Penjara Agar Ada Efek Jera

Kepala Kejaksaan Negeri Jayawijaya, Sunandar Pramono, SH, MH mengatakan dari 9 terdakwa kasus korupsi dana…

8 minutes ago

MRP Kecewa, Tak Bisa Bertemu Bupati dan Wabup Jayapura

Kelompok Kerja (Pokja) Adat Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua mengaku kecewa karena tidak dapat bertemu…

38 minutes ago

Besok, Wapres Dijadwalkan Kunjungi Asmat

Gubernur Apolo menjelaskan, dalam rangka kunjungan tersebut, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Papua…

1 hour ago

Pemerintah Jangan Korbankan Tanah Adat

Menurut Emanuel Gobay, yang juga anggota Koalisi Penegak Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Papua,…

2 hours ago

6 SPPG Mimika yang Dibekukan Segera Beroperasi Kembali

​Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan enam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Mimika, Papua…

2 hours ago

Diambil dari Nama Suku yang Punah Karena Kebakaran Hebat, Kini Menyimpan Banyak Cerita Legenda

Membutuhkan waktu sekitar 1 jam perjalanan dari Kota Jayapura. Setelah tiba di Danau Emfotte, pengunjung…

3 hours ago