Categories: BERITA UTAMA

Pemalang TPU Buper Bakal Disidang

JAYAPURA – Setelah dilakukan pembongkaran paksa terhadap pemalangan di TPU Buper, Waena Distrik Heram beberapa waktu lalu, aktifitas pemakaman saat ini beroperasi seperti biasa. Hanya saja pihak yang melakukan pemalangan dalam hal ini Sarah Kaigere dipastikan bakal segera disidang. Akan tetapi yang melakukan penyidangan bukan dari majelis hakim melainkan dari pihak adat.

Pihak adat merasa ada hal yang harus dijelaskan oleh Sarah Kaigere terkait sengketa lahan di wilayah Buper Waena. Lokasinya yang dimaksud adalah Alobuai.

“Kami ingin dengar langsung bagaimana ia mengklaim beberapa lokasi di atas (Buper), salah satunya lokasi Alobuai disamping Gedung Pramuka, Buper,”  kata Ondoafi Heram, Yansen Ohee di Obhe Ohei Onggi, Kampung Harapan, Sentani, Senin (17/2)

Yansen menyampaikan bahwa ada masalah lain yang harus segera diselesaikan tak hanya terkait lokasi TPU melainkan lokasi berbeda. Dan sidang di Obhe adalah peradilan tertinggi jika tidak bisa diselesaikan di kampung. Putusan di Obhe adalah final. Pertemuan sudah 2 kali dan Rabu besok kali ketiga dan bu Sarah atau ahli waris dari pak Anthonius Kaigere harus datang jika merasa memiliki tanah Alobuai.

Sebagai Ondofolo, Yansen melihat jika Sarah kerap membuat gaduh sehingga pihak adat terkena imbas. Iapun merasa patut menertibkan semuanya apalagi Yansen melihat ada dugaan banyak dokumen palsu yang dipegang. 

“Jadi hari Rabu (19/2) ia harus hadir di Obhe agar semua jelas. Ini agar jangan lagi ada korban yang ditipu apalagi terkait tanah Alobuai. Kalau merasa memiliki harusnya bisa hadir, buktikan jika memiliki lokasi itu atau ajukan hukum saja,” bebernya.

Yansen menceritakan bahwa lokasi Alobuai diberi oleh warga Kampung Kleuwbleu kepada pak Yulianus Kambu dan ini sudah berlangsung sangat lama dan sebagai Ondofolo Heram ia juga mengakui itu.

“Kami juga minta Polsek Heram dan Polsek Sentani Timur bisa hadir menyaksikan sebab selama ini hanya dari Koramil. Kami berharap hadir sebab potensi konfliknya sangat besar. Jangan sampai pecah barulah aparat muncul,” tutup Yansen. (ade)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Recent Posts

Sebagian Pelaku dari Luar, Mabes Polri Turun Tangan

Penanganan kasus kerusuhan usai laga Persipura Vs Adhyaksa di Stadion Lukas Enembe, menemukan fakta baru.…

8 minutes ago

Tak Hanya Sedih Motor dan Mobil Terbakar, Tapi Juga Beri Dampak Traumatis

Selasa (12/5) pagi kemarin, layanan posko pengaduan masyarakat di Polres Jayapura terlihat sudah didatangi masyarakat…

1 hour ago

Pulau Kimaam Tak Boleh Dikorek Untuk PSN

Dimana pihak perusahaan telah mendapatkan izin operasional dari pemerintah pusat. Tinggal langkah terakhir yaitu meminta…

2 hours ago

Dari Retorika Kebijakan Menuju Aksi Teknis

Pertemuan ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah upaya krusial untuk mengkalibrasi ulang implementasi Otonomi Khusus…

3 hours ago

Patroli Satgas Keamanan Identik Pengejaran Berujung Operasi Tempur

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Perwakilan Papua menilai pendekatan keamanan dalam penanganan konflik…

4 hours ago

Tiga Jenazah Korban Jembatan Putus Ditemukan

Kapolres Jayawijaya melalui Kasat Reskrim Iptu Marcelino Rumambi, SH, MH menyatakan hari ke enam ini…

5 hours ago